Organ Sisa (Vestigial) Yang Pernah Dijadikan Bukti Evolusi, Ternyata Salah

Mungkin anda pernah dengar tentang istilah Vestigialitas, apa sebenarnya yang dimaksud Vestigialitas?
Vestigialitas adalah sifat yang terjadi pada organ tubuh yang telah mengalami homologi yang telah kehilangan seluruh atau sebagian besar fungsi awal organ tersebut karena terjadinya proses  evolusi.

Vestigialitas tarjadi pada anatomi organisme, perilaku organisme, maupun lintasan biokimia organisme. Beberapa karakter biasanya menghilang pada awal perkembangan embrio, namun ada pula yang terus ada sampai dengan dewasa. Struktur vestigial sering disebut sebagai organ sisa walaupun tidak semuanya benar-benar organ.

Organ Sisa (Vestigial) Yang Pernah Dijadikan Bukti Evolusi, Ternyata Salah

Vestigial pernah dijadikan sebagai bukti tentang proses terjadinya
evolusi atas makhluk hidup, namun kemudian ilmu Pengetahuan mementahkan
anggapan tersebut karena ditemukan beberapa penemuan dibidang anatomi
tubuh yang ternyata berlawanan dengan konsep evolusi seperti yang
diteorikan oleh Charles Darwin

Organ Sisa (Vestigial) Yang Pernah Dijadikan Bukti Evolusi, Ternyata Salah
Tulang ekor

Sejarah ilmu pengetahuan telah melakukan dokumentasi yang meyakinkan tentang organ sisa dalam tubuh manusia dalam jumlah banyak. Organ sisa adalah organ tubuh yang dianggap sebagai sisa evolusi yang masih terdapat pada tubuh manusia hingga sekarang. Organ ini pernah dianggap oleh para pendukung teori Evolusi sebagai organ yang tidak mempunyai fungsi dalam kehidupan manusia. Anggapan tersebut ternyata merupakan sebuah kesalahan besar, karena ternyata para ahli kedokteran menemukan bahwa organ sisa ini mempunyai peran yang sangat penting untuk kehidupan manusia.

Sebuah daftar organ sisa yang dibuat oleh ahli anatomi tubuh asal Jerman, R. Wiedersheim pada tahun 1895 memuat sekitar 100 organ sisa, termasuk diantaranya usus buntu dan tulang ekor. Seiring dengan kemajuan lmu pengetahuan, ditemukan bahwa semua organ dalam daftar Wiedersheim ternyata memiliki fungsi yang sangat penting. Misalnya, ditemukan bahwa usus buntu, yang seharusnya menjadi “organ sisa”, ternyata merupakan bagian dari sistem limfatik. Sebuah catatan ilmu kedokteran pada tahun 1997 menyebutkan bahwa “organ sisa di dalam tubuh seperti jaringan – timus, hati, limpa, usus buntu, sumsum tulang, dan sejumlah kecil jaringan limfatik seperti amandel di tenggorokan dan bintik-bintik Peyer di dalam usus halus – ternyata juga merupakan bagian dari sistem limfatik. Mereka juga membantu tubuh untuk melawan infeksi. “(1)

Organ Sisa (Vestigial) Yang Pernah Dijadikan Bukti Evolusi, Ternyata Salah
Lunar Mata

Berikut ini beberapa organ Vestigial yang semula dianggap tidak mempunyai fungsi oleh para penganut teori Evolusi namun ternyata mempunyai fungsi yang sangat vital bagi manusia.

  •  Amandel, yang juga dimasukkan dalam daftar Wiedersheim sebagai organ sisa, ternyata juga memiliki peran penting dalam melindungi tenggorokan melawan infeksi, terutama bagi anak-anak hingga menginjak usia remaja.
  • Tulang ekor yang diduga sebagai bekas ekor manusia dan telah mengalami proses evolusi,  dianggap sudah tidak mempunyai fungsi oleh para Evolusionis. Tulang ini berada di ujung bawah dari ruas tulang belakang ternyata sangat vital untuk menyangga tulang-tulang di sekitar panggul dan merupakan titik pertemuan dari beberapa otot kecil tanpa tulang ekor manusia tidak akan bisa duduk dengan nyaman
  • Thymus memicu sistem kekebalan dalam tubuh manusia dengan mengaktifkan sel-sel T, dimana kelenjar pineal bertanggung jawab atas sekresi beberapa hormon penting,
  • Kelenjar tiroid diketahui  berperan sangat penting dalam menjaga stabilitas pertumbuhan pada bayi dan anak-anak,
  • Kelenjar pituitari berfungsi sebagai pengendali kelenjar hormon.
  • Lipatan semi-lunar di mata, yang disebut sebagai organ vestigial oleh Darwin, telah ditemukan ternyata sangat berfungsi untuk membersihkan dan pelumas bagi mata.

Sebelumnya organ-organ diatas dianggap tidak mempunyai fungsi untuk tubuh, namun setelah dilakukan penelitian ternyata menunjukkan bukti yang terbalik dari teori sebelumnya. Hal tersebut kemudian berimbas kepada beberapa ilmuwan yang selama ini meyakini kebenaran teori Evolusi seperti misalnya S.R. Scadding, seorang evolusionis, pernah menulis dalam artikelnya “Dapatkah organ vestigial dapat dijadikan bukti bagi evolusi?” tulisan tersebut diterbitkan dalam jurnal Evolutionary Theory:

Karena tidak mungkin menjadikan Vestigial sebagai bukti teori evolusi, dan karena struktur argumen yang digunakan tidak valid secara ilmiah, maka saya menyimpulkan bahwa Vestigial Organ “organ sisa” tidak dapat memberi bukti khusus bagi teori evolusi. (RR/tr/14)

Related Posts

Tags:

Add Comment