Al-Quran Tertua Abad Pertama Hijriah Ditemukan Di Sana’a

Al-Qur'an Tertua Abad Pertama Hijriah Ditemukan Di Sana'a


Sana’a palimpsest atau yang sering disebut sebagai  San’a ‘1, adalah merupakan  salah satu manuskrip Al-Quran tertua di dunia.  Manuskrip kuno ini ditemukan bersama-sama dengan banyak fragmen Alquran dan non-Qur’an lainnya di Yaman pada tahun 1972, pada saat dilakukan restorasi Masjid Agung Sana’a. 

Naskah Al-Qur’an tertua ini ditulis pada perkamen, dan terdiri dari dua lapisan teks. Teks pada bagian atas sesuai dengan standar Al-Qur’an Usmani, sedangkan teks yang berada dibawahnya mengandung banyak varian dengan teks standar. Penelitian radiokarbon menunjukkan bahwa  perkamen bagian bawah ditulis sebelum tahun 671 AD dengan akurasi 99%.

Penemuan Al-Quran Tertua di Masjid Agung Sana’a, Yaman

Al-Quran tertua ini ditemukan pada tahun 1972 pada saat dilakukan renovasi loteng Masjid Agung Sana’a, Yaman. Pada tahun 1965 hujan lebat merusak konstruksi atap ruang Perpustakaan yang berada di sebelah Barat Masjid Agung Ṣan’ā, yang merupakan masjid yang didirikan oleh shahabat Nabi Muhammad. Qadhi Husain bin Ahmed al-Sayaghy, yang menjabat sebagai Direktur Administrasi di Museum Nasional Yaman, menginstruksikan pemeriksaan pada tempat tersebut untuk menilai tingkat kerusakan yang terjadi.

Sebelumnya ruangan ini adalah merupakan ruangan yang terlupakan dan sangat jarang sekali dijamah bahkan tanpa pintu masuk. Padahal ditempat ini tersimpan naskah kuno Al-Quran tertua yang ditulis pada awal-awal tahun Hijriah.

Sebelum dilakukan renovasi  gudang, sekitar lima karung atau lebih naskah Al-Qur’an yang berada di tempat tersebut diambil  dan kemudian disimpan di Perpustakaan Awqaf. Namun  kurator perpustakaan telah menjualnya ke Kolektor hingga akhirnya beberapa naskah berakhir di perpustakaan dunia Barat. Kemudian pada tahun 1972 dalam rangka renovasi  sudut baratlaut dinding luar masjid, naskah yang tersisa dikeluarkan dan terdiri dari sekitar dua puluh karung untuk kemudian disimpan di Museum Nasional. Setelah naskah disimpan di Museum ternyata naskah-naskah berharga ini ternyata banyak dicuri dan dijual kepada curator benda-benda kuno.

Setelah menyadari  jumlah naskah semakin berkurang karena dicuri dan kemudian dijual oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, akhirnya otoritas Yaman mengambil langkah pengamanan dan mengembalikan sisa-sisa naskah ke Masjid Agung kembali.

Pada tingkat internasional panggilan mendesak untuk melakukan pelestarian naskah-naskah ini  segera mendapatkan perhatian secara luas.  Sebuah seminar  yang diselenggarakan oleh World of Islam Festival Trust, yang disponsori oleh UNESCO, diadakan di Fakultas Studi Oriental, Universitas Cambridge, pada bulan Juli 1976. Seminar ini diikuti oleh para ahli baik dari Muslim dan dunia non-Muslim, yang kemudian sejumlah kegiatan terkait dengan penemuan teks Al-Quran tertua di Sana’a ini dilakukan.

Qadhi Isma’il al-Akwa ‘, Presiden Antiquities Authority Yaman, menyadari tentang pentingnya untuk mengembalikan Manuskrip yang telah tersebar dimana-mana. Al-Akwa ‘ kemudian meminta bantuan internasional untuk melestarikan fragmen ini, dan kemudian pada tahun 1979 berhasil menarik seorang sarjana Jerman untuk melihat peninggalan berharga ini, hingga pada akhirnya mampu pemerintah Jerman Barat untuk mengorganisir dan membiayai proyek restorasi.

Al-Quran Tertua Abad Pertama Hijriah Ditemukan Di Sana'a
Al-Quran Tertua Abad Pertama Hijriah Ditemukan Di Sana'a
Al-Quran Tertua Abad Pertama Hijriah Ditemukan Di Sana'a

Proyek restorasi
Pemulihan fragmen dimulai pada tahun 1980 di bawah pengawasan Departemen Yaman untuk benda-benda antik. Proyek ini didanai oleh Departemen Kebudayaan Departemen Luar Negeri Jerman. Dalam proyek ini  ditemukan  12.000 fragmen perkamen Alquran. Sayang sekali tidak ada surat yang lengkap dan beberapa dari mereka hanya ditemukan beberapa lembar saja. Albrecht Noth (Universitas Hamburg) adalah merupakan  direktur dari proyek ini. Dia memulai memimpin proyek ini  pada tahun 1981 dan terus berlanjut sampai akhir tahun 1989, sampai proyek ini dihentikan karena suport dana dihentikan. Gerd R. Puin (dari University of Saarland) adalah direktur lokal yang juga terlibat dalam proyek ini sejak 1981. Keterlibatannya  berakhir pada tahun 1985, dan berakhir ketika Hans-Caspar Graf von Bothmer (University of Saarland) mengambil alih sebagai direktur lokal. Kemudian Bothmer meninggalkan San’a ‘di tahun berikutnya, tapi terus melanjutkan  proyek dari Jerman, dan melakukan kunjungan ke situs hampir setiap tahun .

Kemudian dimulai pada tahun 1982, Ursula Dreibholz menjabat sebagai konservator untuk proyek ini, dan bekerja penuh waktu di San’a ‘hingga akhir tahun 1989. Dia menyelesaikan restorasi naskah Al-Quran terua ini. Dia juga merancang penyimpanan permanen, Ursula  menyusun kembali banyak fragmen perkamen untuk mengidentifikasi naskah Al-Qur’an yang berbeda dan diarahkan oleh staf dari  Yaman dalam tugas yang sama. Naskah disimpan di House of Naskah, yang disebut  Dār al-Makhṭūṭāt (DAM), di San’a ‘, Yaman. Setelah tahun 1989, Bothmer selalu mengunjungi koleksi secara berkala. Pada musim dingin 1996-1997, dibuatlah mikrofilm yang memuat semua fragmen perkamen yang telah ditetapkan untuk naskah Al-Qur’an yang berbeda dari 1500-2000 fragmen, dan dikelompokkan dalam 280 mikrofilm.  Mikrofilm tersebut saat ini disimpan di San’a ‘di House of mushaf.

 

Related Posts

Add Comment