Faktor Resiko Dan Penyebab Serangan Jantung

Studi klinis dan statistik yang dilakukan secara ekstensif telah mengidentifikasi beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner dan serangan jantung. Faktor risiko utama dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan secara signifikan peningkatan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular). Faktor-faktor lain juga berkonstribusi dan berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, tetapi makna dan prevalensinya belum dapat ditentukan secara tepat.
Para ahli juga telah menemukan bahwa faktor-faktor tertentu dapat diubah dan diatasi, diobati dan dikontrol, meskipun beberapa faktor tidak bisa. Pengobatan yang dilakukan terhadap pasien serangan jantung dilakukan berdasarkan faktor penyebab dari serangan jantung itu sendiri. Berdasarkan penyebabnya, resiko serangan jantung dikelompokkan dalam dua kelompok besar yaitu:

Marilah kita bahas satu persatu tentang 3 penyebab serangan jantung ini:

Faktor Dan penyebab serangan jantung yang tidak dapat dirubah

penyebab serangan jantung

Faktor ini adalah faktor yang telah ada sejak seseorang dilahirkan dan tidak dapat diubah dan telah ada secara alami. Semakin banyak faktor risiko yang dimiliki oleh seseorang, maka kemungkinan terjadinya serangan jantung pada seseorang juga akan semakin besar. Tidak ada banyak hal yang dapat dilakukan terhadap seseorang yang memiliki resiko ini, bahkan faktor resiko ini lebih penting untuk diperhatikan daripada faktor risiko yang dapat diubah. Beberapa faktor resiko yang tidak dapat dirubah adalah:
Bertambahnya Umur
Mayoritas orang yang meninggal karena penyakit jantung koroner adalah pada usia 65 tahun atau lebih. Pada usia tua, wanita yang memiliki serangan jantung lebih cepat meninggal dunia dalam beberapa minggu dibandingkan laki-laki.
risk

Jenis kelamin (gender)
Pria memiliki risiko lebih besar terkena serangan jantung daripada wanita. Bahkan setelah menopause, ketika tingkat kematian perempuan akibat penyakit jantung meningkat, itu tidak sama besar dengan resiko yang dimiliki oleh pria.

Keturunan (Termasuk Ras)
Anak-anak dari orang tua dengan penyakit jantung lebih mungkin untuk terserang penyakit ini juga. Ras juga memiliki andil besar dalam peningkatan resiko serangan jantung. Orang Afrika Amerika memiliki kemungkinan serangan tekanan darah tinggi lebih besar daripada orang Kaukasia yang tentu juga akan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Risiko penyakit jantung juga lebih tinggi terjadi pada orang Asia, Amerika Meksiko, Indian Amerika, Hawaii asli dan beberapa orang Amerika Asia. Hal ini terjadi sebagi akibat dari tingkat yang lebih tinggi juga dari obesitas dan diabetes yang sering dialami oleh orang-orang di wilayah tersebut.

Kebanyakan orang dengan riwayat keluarga yang memiliki potensi penyakit jantung memiliki satu atau lebih faktor risiko lainnya. Kita semua tidak dapat mengontrol dan mengendalikan bertambahnya usia, jenis kelamin dan ras, kita juga tidak dapat mengendalikan sejarah keluarga kita karena semuanya terjadi secara alami. Oleh karena itu, lebih penting bagi kita untuk mengobati dan mengendalikan faktor risiko lain yang Anda miliki.

Kondisi bawaan ini akan menjadi semakin parah ketika seseorang tidak menjaga diri dengan tidak menjalankan gaya hidup sehat, sperti merokok, minum-minuman beralkohol, makan makanan dengan makanan yang banyak mengandung lemak jenuh dan lain sebagainya.

Faktor risiko utama dan penyebab serangan jantung yang dapat dirubah.

Penyebab serangan jantung

Faktor lain dari penyebab serangan jantung adalah serangan jantung yang muncul kemudian. Faktor-faktor ini biasanya terkait dengan gaya hidup dan lingkungan dan faktor ini dapat dikendalikan, diobati atau dikontrol dengan mengubah gaya hidup atau minum obat. Faktor-faktor tersebut antara lain:

Asap tembakau
Perokok memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami penyakit jantung koroner daripada non perokok. Merokok merupakan faktor risiko yang kuat terhadap penyebab serangan jantung koroner yang dapat menyebabkan kematian mendadak. Paparan asap rokok terhadap orang lain juga meningkatkan risiko penyakit jantung untuk non perokok.

penyebab serangan jantung

Kolesterol darah tinggi
Ketika kolesterol darah meningkat, maka risiko penyakit jantung koroner juga akan meningkat. Ketika faktor risiko lain juga menyertainya seperti tekanan darah tinggi , asap tembakau dan lainnya maka resiko seranga jantung juga akan meningkat. Skor total kolesterol dihitung dengan menggunakan persamaan berikut:

HDL + LDL + 20 persen dari tingkat trigliserida Anda.
Low-density-lipoprotein (LDL), adalah kolesterol jahat, jika kadar kolesterol LDL rendah maka akan baik untuk jantung Anda.

Namun demikian, jumlah LDL dalam tubuh seharusnya tidak lagi menjadi faktor utama dalam melakukan pengobatan untuk mencegah serangan jantung dan stroke, sesuai dengan pedoman terbaru yang dikeluarkan oleh American Heart Association, statin dapat digunakan untuk mengatasi kadar kolesterol LDL ke dalam target tertentu. Statin adalah obat kolesterol yang paling banyak diresepkan oleh dokter yang terdiri atas kelas obat yang menghambat produksi kolesterol LDL (LDL-C) atau kolesterol “jahat” oleh hati.

Faktor gaya hidup, seperti mengkonsumsi makanan tinggi lemak jenuh dapat meningkatkan kolesterol LDL. High-density-lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik HDL Dengan tingkat yang lebih tinggi akan lebih baik bagi tubuh. Kolesterol HDL rendah dapat meningkatkan risiko tinggi terhadap penyakit jantung.
Orang dengan trigliserida darah tinggi biasanya juga memiliki kolesterol HDL rendah. Faktor genetik, diabetes tipe 2, merokok, kelebihan berat badan dapat menyebabkan kolesterol HDL rendah. Trigliserida adalah jenis yang paling umum dari lemak dalam tubuh. Kadar trigliserida yang normal bervariasi tergantung usia dan jenis kelamin. Tingkat trigliserida tinggi dikombinasikan dengan kolesterol HDL rendah atau kolesterol LDL tinggi dikaitkan dengan aterosklerosis, penumpukan deposit lemak di dinding arteri yang meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Tekanan darah tinggi
Tekanan darah tinggi meningkatkan beban kerja jantung, dan dapat menyebabkan otot jantung menebal dan menjadi kaku. Kaku otot jantung adalah merupakan kondisi yang tidak normal, dan dapat menyebabkan jantung tidak berfungsi dengan baik. Kondisi ini juga meningkatkan risiko stroke, serangan jantung, gagal ginjal dan gagal jantung kongestif. Ketika tekanan darah tinggi disertai dengan obesitas, merokok, kadar kolesterol darah tinggi atau diabetes, risiko serangan jantung atau stroke juga akan meningkat.

Kurangnya aktivitas fisik
Gaya hidup tidak aktif dan banyak berdiam diri merupakan faktor risiko lain yang dapat menyebabkan penyakit jantung koroner. Aktifitas biasa, sedang hingga kuat akan membantu mengurangi risiko serangan jantung dan membantu meningkatkan kinerja pembuluh darah. Bahkan kegiatan dengan intensitas sedang akan dapat membantu kesehatan jantung jika dilakukan secara rutin dan dalam jangka panjang. Aktivitas fisik dapat membantu menurunkan kolesterol darah, diabetes dan obesitas, serta membantu menurunkan tekanan darah pada beberapa orang.

Obesitas dan kelebihan berat badan
Orang yang memiliki kelebihan lemak tubuh terutama jika kelebihan lemak tersebut berada pada bagian pinggang, akan meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung dan stroke. Orang dewasa yang memiliki kelebihan berat badan dan obesitas berada pada faktor risiko penyakit kardiovaskular seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, atau gula darah tinggi. Hal tersebut dapat dihindari dengan melakukan perubahan gaya hidup untuk menurunkan berat badan, mengurangi trigliserida, glukosa darah, HbA1c, dan risiko diabetes tipe 2 .
Banyak orang mungkin mengalami kesulitan dalam menurunkan berat badan. Tapi penurunan berat badan yang berkelanjutan sebesar 3-5% dapat menyebabkan penurunan klinis yang berarti dalam beberapa faktor risiko.

Diabetes mellitus
Diabetes serius dapat meningkatkan risiko terkena penyakit kardiovaskular. Bahkan ketika kadar glukosa berada pada pengendalian, diabetes meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke, dan risiko akan menjadi lebih besar jika gula darah tidak terkontrol dengan baik. Setidaknya 68% dari orang berusia lebih dari 65 tahun dengan diabetes meninggal yang disebabkan oleh penyakit jantung dan 16% meninggal karena stroke. Jika Anda menderita diabetes, sangat penting bagi Anda untuk mengendalikan kadar gula darah agar tidak berkembang pada serangan jantung. Orang dengan diabetes yang juga mengalami obesitas atau kelebihan berat badan harus melakukan perubahan gaya hidup (misalnya, menjaga pola makan, melakukan aktivitas fisik secara teratur dan menurunkan berat badan) untuk membantu mengelola gula darah.
Faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap risiko penyakit jantung

Faktor Lain Yang Dapat Menyebabkan Terjadinya Serangan Jantung

penyebab serangan jantung

Stess

Respon individu terhadap stres dapat menjadi faktor terserang penyakit jantung. Beberapa ilmuwan telah mencatat hubungan antara risiko penyakit jantung koroner dan stres yang dialami oleh seseorang, juga pada perilaku kesehatan dan status sosial ekonomi. Faktor-faktor ini dapat mempengaruhi faktor risiko serangan jantung pada diri seseorang. Sebagai contoh, saat seseorang berada dalam kondisi stres mungkin akan menyebabkan dirinya makan secara berlebihan, merokok, menggunakan narkoba atau minum minuman beralkohol yang dapat meningkatkan resiko dan penyebab serangan jantung.

Alkohol
Minum minuman beralkohol juga dapat meningkatkan tekanan darah, yang akan meningkatkan risiko kardiomiopati dan stroke, kanker dan penyakit lainnya. Minuman beralkohol juga dapat berkontribusi terhadap trigliserida tinggi, dan menyebabkan detak jantung tidak teratur. Mengkonsumsi alkohol yang berlebihan juga akan menyebabkan obesitas yang juga menjadi pemicu terhadap serangan jantung.

Makanan Sehat
Makanan sehat adalah salah satu senjata terbaik untuk melawan penyakit kardiovaskular. Makanan yang Anda makan dapat memberikan konstribusi positif terhadap faktor risiko penyebab serangan jantung yang dapat dikontrol. Makanan sehat akan sangat bermanfaat terhadap pencegahan kolesterol, tekanan darah tinggi, diabetes dan kegemukan. Pilihlah makanan yang kaya gizi – yang mengandung vitamin, mineral, serat dan nutrisi lainnya tetapi rendah kalori. Perbanyak makan sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian; termasuk produk susu rendah lemak, ikan, kacang-kacangan, minyak sayur nontropical, dan kacang-kacangan. Batasi mengkonsumsi permen, minuman manis, dan daging merah. Dan untuk menjaga berat badan yang sehat, Anda harus mengatur pola makan Anda dengan tingkat aktivitas fisik, sehingga kalori berlebih akan terbakar oleh aktivitas Anda.
Konklusi

Berdasarkan gejala-gejala klinis yang dirasakan pasien ataupun dilihat oleh dokter, seorang dokter dapat membuat perkiraan yang nalar tentang apakah gejala-gejala itu mengisyaratkan serangan jantung atau tidak. Kecurigaannya mungkin diperkuat oleh penampilan si penderita, tingkat tekanan darah dan bunyi detak jantung. Dokter mungkin akan mengirimnya ke pemeriksaan ECG dan uji darah, tetapi bila masih merasakan nyeri, dokter barangkali akan memberi suntikan penghilang rasa nyeri sebelum pemeriksaan itu. Ini karena nyeri yang menakutkan dapat membawa ke jurang yang lebih dalam, yang bisa menyebabkan gejala jantung. Nyeri itu juga dapat menimbulkan dampak psikologis jangka panjang. ECG pertama mungkin tidak menunjukkan tanda-tanda serangan jantung dan mungkin pemeriksaan itu harus diulang. Kadang-kadang uji yang kedua pun masih tidak menunjukkan perubahan, dan selama hal ini, diagnosis akan bergantung pada pemeriksaan darah.

Related Posts

Add Comment