Bagaimana Cara Memahami Syahadat Dengan Benar?

Dua kalimat Syahadat adalah merupakan dua kalimat yang sangat ringan untuk diucapkan namun tidak semua orang benar-benar mampu mengimplementasikan dalam kehidupan mereka. Memahami syahadat dengan benar akan membuat kehidupan seseorang berubah total dari kehidupan yang jauh dari nilai-nilai Islam menjadi pribadi yang yang hanif pada rule yang dibuat oleh Allah untuk manusia di muka bumi ini.

Pada jaman Rasulullah, baik orang Muslim maupun orang kafir memahami syahadat dengan benar, namun orang Kafir memahami syahadat dengan benar namun mereka lebih mengikuti hawa nafsu hingga menimbulkan respon yang salah kepada umat Islam. Pengetahuan mereka tentang dua kalimat syahadat melahirkan dua sikap yang sama sekali berbeda. Masyarakat Muslim lahir sebagai pribadi yang penuh ketaatan dan penyerahan diri mereka kepada Allah, mereka hanya ta’at kepada pemimpin mereka berdasarkan ketaatan kepada Allah, mereka mencintai siapapun berdasarkan cinta mereka kepada Allah, mereka menyerahkan loyalitas hidup mereka berdasarkan loyalitas mereka kepada Allah.

Sementara itu, orang Kafir menyikapinya dengan penuh kekhawatiran yang kemudian melahirkan sikap permusuhan terhadap Muslim. Kafir Qurais mengetahui  bahwa masyarakatanya yang telah memahami syahadatain akan meninggalkan mereka. Masyarakat Qurais juga tahu bahwa ketika seseorang telah berikrar dengan dua kalimat Syahadat, maka mereka tidak akan mendapatkan ketaatan lagi dari orang yang telah membaca dua kalimat Syahadat. Kafir Qurais tahu ketika seseorang telah bersyahadat maka mereka tidak akan dapat bersama-sama lagi dalam menyembah berhala, minum khamr bersama, taat pada pemerintahan jahiliyah bersama dan perbuatan maksiat lainnya.

Para pemimpin kafir Qurais juga tahu bahwa jika masyarakatnya memahami syahadat dengan benar maka mereka tidak akan mendapatkan pengaruh dan ketaatan dari mereka yang telah bersyahadat. Oleh karena itu mereka melakukan berbagai macam upaya untuk menghalangi siapapun yang akan bergabung dengan Rasulullah dengan berbagai macam cara, mulai dari penyiksaan, intimidasi, pengucilan, perang dan lain sebagainya.

Itulah sedikit gambaran tentang jika seseorang telah memahami syahadat dengan benar, karena mestinya dua kalimat ini dapat merubah kehidupan seseorang yang telah membacanya. Kalimat ini seharusnya dapat merubah ketaatan dari taat kepada manusia hanya taat kepada Allah dan Rasulnya, kalimat ini mestinya juga harus dapat merubah cinta orang yang telah membacanya menjadi cinta hanya kepada Allah dan menundukkan cinta kepada apapun dan siapapun berdasarkan cinta kepada Allah.

Bagi Muslim, Dua kalimat Syahadat adalah merupakan gerbang  pertama seseorang untuk masuk agama Islam, intisari dari ajaran Islam juga merupakan konsep dasar reformasi total dalam kehidupan ummat. Oleh karena itu sangat penting bagi setiap Muslim untuk memahami syahadat dengan benar.

41. Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu (QS. 4:41)

[299]. Seorang nabi menjadi saksi atas perbuatan tiap-tiap umatnya, apakah perbuatan itu sesuai dengan perintah dan larangan Allah atau tidak.

143. Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan[95] agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia. ( 2:143 )

[95]. Umat Islam dijadikan umat yang adil dan pilihan, karena mereka akan menjadi saksi atas perbuatan orang yang menyimpang dari kebenaran baik di dunia maupun di akhirat.

Pentingnya Dua Kalimat Syahadat bagi Muslim
Muslim wajib membaca dua kalimat Syahadat minimal 9 kali setiap harinya di dalam sholat fardlu yang mereka kerjakan dalam sehari semalam, 2 kali dalam sholat dzuhur, 2 kali dalam Sholat Ashar, 2 kali dalam sholat Maghrib, 2 kali dalam sholat Isya dan 1 kali dalam Sholat Shubuh. Perlu difahami bahwa dua kalimat Syahadat yang dibaca ketika Sholat adalah merupakan ikrar dan janji seseorang dihadapan Allah Zat Yang Maha Kuasa, jadi jangan anggap dua kalimat ini hanya sebagai rukun Sholat yang wajib dikerjakan tanpa implementasi dalam kehidupan nyata. Menurut Kamus besar bahasa Indonesia arti dari ikrar adalah berjanji dengan sungguh hati; berteguh janji; mengakui (mengesahkan, membenarkan) kebenaran.

Memahami syahadat dengan benar

Dua kalimat syahadat adalah merupakan kalimat sakral setiap hamba terhadap Penciptanya dan merupakan kalimat wajib bagi seluruh umat manusia sejak jaman Nabi Adam hingga akhir zaman, karena dua kalimat ini merupakan panduan dasar bagi umat manusia untuk taat kepada Allah. Setiap manusia wajib memahami syahadat dengan benar karena alasan sebagai berikut

pentingnya-syahadat

Bagan Urgensi syahadat

1.    Pintu masuk ke dalam Islam.

Salah satu syarat yang harus dilakukan ketika seseorang akan memeluk agama Islam adalah harus membaca dua kalimat Syahadat, karena dua kalimat ini adalah kalimat paling mendasar dan merupakan keyakinan pokok bagi umat Islam. Dua kalimat ini juga merupakan pembeda antara Muslim dan orang Kafir. Atas dasar itu semua kenapa seseorang yang akan masuk ke dalam agama Islam harus membaca dua kalimat Syahadat.

Selain daripada itu, kesaksian tentang keesaan Allah telah diucapkan oleh setiap jiwa manusia sebagaimana firma Allah Subhanahu Wata’ala berikut ini:

172. Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”, (QS. 7:172)

19. Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal. (47:19 )

2.    Intisari ajaran Islam

Syahadat adalah merupakan intisari ajaran Islam, darinya kemudian ditetapkan hukum-hukum Islam dan aturan-aturan yang harus dijalankan oleh setiap umat manusia. Setiap syari’at dalam Islam akhirnya akan bermuara kepada dua kalimat Syahadat, karena apapun aktifitas manusia baik aktifitas duniawi maupun aktifitas ukhrowi harus mencerminkan ketaatan kepada Allah yang tidak ada ilah selain Dia.

25. Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku.” (QS. 21:25 )

18. Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui. ( QS. 45:18 )

3.    Konsep dasar reformasi total

Sebagaimana telah disebutkan dalam awal pembahasan ini, bahwa memahami syahadat dengan benar akan dapat merubah orientasi setiap aktifitas hidup orang yang telah mengucapkannya dari orientasi kepada selain Allah menjadi orientasi murni hanya kepada Allah. Tidak ada ketaatan kecuali ketaatan kepada Allah, tidak ada cinta kecuali cinta kepada Allah. Jika seseorang harus taat kepada manusia maka ketaatan tersebut harus dilandasi ketaatan kepada Allah, jika seseorang harus mencintai sesuatu maka cinta tersebut harus dalam rangka cinta kepada Allah.

122. Dan apakah orang yang sudah mati[502] kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan. (QS. 6:122)

11. Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah[767]. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan[768] yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (QS. 13:11 ).

4.    Hakikat da’wah para Rasul

Sejak Allah mengutus Rasul pertamaNya hingga Rasul terakhir, Allah memberikan amanah kepada para Rasul untuk menyampaikan risalah tauhid kepada manusia pada zamannya. Tidak ada Nabi maupun Rasul yang mengajarkan bahwa Pencipta alam ini terdiri dari beberapa oknum Tuhan.

15. Maka tetaplah demikian keluhan mereka, sehingga Kami jadikan mereka sebagai tanaman yang telah dituai, yang tidak dapat hidup lagi. (QS. 21:15)

31. Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 3:31)

19. Katakanlah: “Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?” Katakanlah: “Allah.” Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. Dan Al Quran ini diwahyukan kepadaku supaya dengan dia aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai Al-Quran (kepadanya). Apakah sesungguhnya kamu mengakui bahwa ada tuhan-tuhan lain di samping Allah?” Katakanlah: “Aku tidak mengakui.” Katakanlah: “Sesungguhnya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (dengan Allah).” (QS. 6:19)

36. Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut[826] itu”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya[826]. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). (QS. 16:36 )

5.    Keutamaan yang besar (Hadits: Man qala Lailaha illallah, dakhalal jannah)

Inilah kalimat yang akan mengantarkan manusia kepada Syurga, begitu pentingnya kalimat Tauhid ini hingga ketika seseorang saat menghadapi ajal dan kata-kata terakhir yang diucapkannya adalah kalimat Tauhid maka orang tersebut akan masuk Syurga, sebagaimana Sabda Rasulullah Shalallahu alaihi wa salam:

1. Kalimat ‘Laa ilaaha illallah’ merupakan harga surga. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Barangsiapa yang akhir perkataannya sebelum meninggal dunia adalah ‘laa ilaaha  illallah,’ maka dia akan masuk surga,” (HR. Abu Dawud no. 1621).

Selain itu kalimat Tauhid juga merupakan kalimat yang memiliki nilai kebaikan paling utama bahkan dapat menghapus berbagai kesalahan dan dosa, sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu alaihi wasalam:

2. Kalimat ‘Laa ilaaha ilallah’ adalah kebaikan yang paling utama, Abu Dzar berkata,”Katakanlah padaku wahai Rasulullah, ajarilah aku amalan yang dapat mendekatkanku pada surga dan menjauhkanku dari neraka.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila engkau melakukan kejelekan (dosa), maka lakukanlah kebaikan karena dengan melakukan kebaikan itu engkau akan mendapatkan sepuluh yang semisal.” Lalu Abu Dzar berkata lagi, “Wahai Rasulullah, apakah ‘laa ilaaha illallah’ merupakan kebaikan?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Kalimat itu (laa ilaaha illallah) merupakan kebaikan yang paling utama. Kalimat itu dapat menghapuskan berbagai dosa dan kesalahan.”

Demikianlah arti penting dua kalimat syahadat, memahami syahadat dengan benar akan membuat seseorang menjadi hamba yang ta’at. Semoga bermanfaat.

Allahu a’alam

Related Posts

Add Comment