Virus Zika, Penyebab, Gejala, Pencegahan Dan Cara Pengobatannya

Penyakit Virus Zika (Zee-ka) adalah infeksi virus yang disebabkan oleh nyamuk yang terutama terjadi di daerah tropis dan subtropis. Kebanyakan orang yang terinfeksi virus Zika tidak memiliki tanda-tanda dan gejala, sementara yang lain melaporkan gejala demam ringan, ruam dan nyeri otot. Tanda-tanda dan gejala lain mungkin termasuk sakit kepala, mata merah (konjungtivitis) dan perasaan ketidaknyamanan umum lainnya.

infeksi Zika yang terjadi pada masa kehamilan telah dikaitkan dengan keguguran dan dapat menyebabkan microcephaly, yaitu kondisi otak bawaan fatal. virus Zika juga dapat menyebabkan gangguan neurologis lainnya seperti sindrom Guillain-Barre.

Para peneliti terus berupaya untuk membuat vaksin Zika. Pencegahan terbaik adalah mencegah gigitan nyamuk dan mengurangi berkembangbiaknya nyamuk penyebab penularan penyakit ini.

Gejala-gejala serangan virus zika

Sebanyak empat dari lima orang yang terinfeksi penyakit ini tidak memiliki tanda-tanda atau gejala. Namun ketika gejala terjadi, biasanya akan terdeteksi setelah 2-7 hari setelah terjadi infeksi yaitu setelah digigit oleh nyamuk yang terinfeksi. Tanda dan gejala penyakit virus Zika paling umum termasuk:

  • Demam ringan
  • Ruam
  • Nyeri sendi atau otot

Tanda-tanda dan gejala lain mungkin termasuk:

  • Sakit kepala
  • Mata merah (konjungtivitis)

Kebanyakan orang akan sembuh dari gejala virus zika dalam waktu sekitar seminggu.

Kapan saya harus pergi ke dokter untuk mendapatkan penanganan?

Segeralah temui dokter jika Anda atau anggota keluarga Anda terindikasi mengalami serangan penyakit ini , terutama jika baru saja bepergian ke suatu daerah atau negara di mana serangan penyakit ini sedang terjadi. Pusat pelayanan kesehatan biasanya memiliki fasilitas tes darah untuk mengidentifikasi virus Zika atau penyakit serupa seperti demam berdarah, atau virus chikungunya, yang disebarkan oleh jenis nyamuk yang sama.

Apa saja penyebab serangan virus Zika?

Penyakit ini ditularkan terutama melalui gigitan nyamuk Aedes yang telah terinfeksi, nyamuk jenis ini ditemukan hampir di seluruh dunia. Kasus serangan virus Zika pertama kali teridentifikasi di lembah, Afrika pada tahun 1947, yang kemudian menyebar ke Asia tenggara, Asia selatan, Kepulauan Pasifik dan Amerika.

Ketika nyamuk menggigit seseorang yang terinfeksi penyakit ini , maka virus masuk ke dalam tubuh nyamuk. Dan ketika nyamuk yang terinfeksi, menggigit manusia maka virus tersebut akan memasuki aliran darah.

Penyebaran virus melalui kontak seksual dan transfusi darah juga telah ditemukan dalam beberapa kasus.

Siapa saja yang memiliki resiko terserang virus Zika?

Faktor-faktor tertentu dapat membawa seseorang memiliki resiko tinggi untuk terserang penyakit ini , berikut ini beberapa faktor resiko serangan virus Zika yang dapat terjadi pada seseorang:

  • Tinggal atau melakukan perjalanan di daerah di mana ada serangan penyakit ini sedang terjadi. Berada di daerah tropis dan subtropis meningkatkan risiko untuk terkena penyakit ini . Terutama daerah-daerah yang berisiko tinggi termasuk beberapa pulau di wilayah Pasifik, sejumlah negara di Amerika Tengah, Selatan dan Amerika Utara, dan pulau-pulau dekat Afrika Barat. Karena nyamuk yang membawa penyakit ini dapat ditemukan di seluruh dunia, maka kemungkinan wabah akan terus menyebar ke daerah-daerah baru.
  • Nyamuk yang membawa virus Zika ditemukan di beberapa Negara seperti di Indonesia, Singapura, China, bagian Negara Amerika Serikat, termasuk Puerto Rico dan Florida Selatan.
  • Melakukan hubungan seks tanpa kondom, beberapa kasus penularan virus Zika terjadi akibat hubungan seks. Hindari melakukan hubungan seks tanpa kondom selama kehamilan dengan pria yang baru saja melakukan perjalanan di wilayah dimana serangan penyakit ini terjadi.

Komplikasi yang disebabkan oleh serangan virus Zika

Infeksi penyakit ini selama kehamilan telah dikaitkan dengan keguguran dan microcephaly, yaitu kondisi yang mempengaruhi pertumbuhan otak bawaan fatal yang terjadi pada bayi pada ibu hamil yang mengalami serangan penyakit ini . Virus Zika juga dapat menyebabkan gangguan neurologis lainnya seperti sindrom Guillain-Barre.

Diagnosa Serangan virus Zika

Dokter mungkin akan bertanya tentang riwayat kesehatan dan perjalanan Anda. Pastikan untuk menggambarkan perjalanan internasional yang telah Anda lakukan secara detail, termasuk ke Negara mana saja Anda pergi dan siapa pasangan seksual Anda, serta apakah Anda mengalami gigitan nyamuk.

Tidak ada tes komersial yang tersedia untuk penyakit ini . Layanan kesehatan biasanya menyediakan layanan tes darah untuk mengetahui serangan virus Zika atau penyakit serupa seperti demam berdarah atau virus chikungunya, yang disebarkan oleh jenis nyamuk yang sama.

Seorang wanita hamil tanpa gejala infeksi penyakit ini dengan riwayat perjalanan yang baru saja dilakukan ke daerah dengan penularan virus Zika aktif dapat melakukan pengujian dua sampai 12 minggu setelah dia kembali.
Berikut ini tes yang perlu dilakukan oleh seorang wanita hamil yang baru saja melakukan perjalanan ke wilayah dimana serangan Zika terjadi:

Melakukan tes USG untuk mendeteksi microcephaly atau kelainan otak yang mungkin terjadi pada janin yang sedang dikandungnya.
Tes sampel cairan ketuban dengan menggunakan jarum yang dimasukkan ke dalam rahim (amniosentesis) untuk mengetahui kemungkinan terdapatnya virus Zika

Pengobatan bagi orang yang telah terinfeksi virus Zika

Tidak ada pengobatan antivirus yang spesifik untuk menyembuhkan penyakit penyakit ini . Pengobatan ditujukan untuk menghilangkan gejala dengan istirahat yang cukup, cairan cairan yang cukup dan penggunaan obat-obatan – seperti acetaminophen (Tylenol dan lainnya) dan ibuprofen (Advil, Motrin IB, dan lainnya) – untuk meredakan nyeri sendi dan demam.

Perlu diingat bahwa vaksin untuk mencegah virus Zika belum ditemukan hingga hari ini.

Apa yang harus Anda dilakukan jika Anda merasa telah terserang virus Zika?.

Jika Anda melakukan kunjungan ke suatu daerah atau Negara dimana serangan virus Zika di Negara tersebut sedang terjadi dan Anda merasa bahwa Anda merasa telah tertular oleh penyakit ini maka segeralah kunjungi dokter. Berikut ini beberapa hal yang dapat Anda lakukan:

Katakan kepada dokter tentang gejala yang Anda alami, termasuk juga gejala lain yang Anda rasakan meskipun kelihatannya tidak ada hubungannya dengan gejala serangan penyakit ini .

Sampaikan kepada dokter tentang riwayat perjalanan internasional Anda, termasuk tanggal perjalanan dan negara-negara yang Anda kunjungi serta obat yang Anda gunakan pada saat bepergian juga catatan imunisasi, termasuk vaksinasi sebelum melakukan perjalanan.
Buatlah daftar semua obat yang Anda gunakan dan laporkan kepada dokter. Termasuk vitamin atau suplemen yang Anda gunakan secara teratur.

Untuk melengkapi informasi tentang kondisi Anda terkait dengan gejala yang Anda alami, Anda dapat menanyakan hal-hal berikut ini kepada dokter yang menangani Anda:

  • Gejala apa saja yang akan saya alami jika saya terinfeksi penyakit ini ?
  • Jenis tes apa saja yang saya butuhkan?
  • Perwatan apa saja yang harus saya dapatkan?
  • Berapa lama biasanya penyakit ini akan sembuh total?
  • Apakah ada efek jangka panjang dari penyakit ini?
  • Apakah ada brosur tentang penyakit ini yang bisa saya minta, serta apakah ada situs yang memuat informasi secara lengkap tentang penyakit ini?

Selain itu Anda juga harus mempersiapkan beberapa jawaban yang akan ditanyakan oleh dokter tentang kondisi Anda. Sampaikanlah dengan jujur tentang kondisi Anda dan jangan menyembunyikan jawaban tertentu dari pertanyaan yang disampaikan oleh Dokter, berikut ini beberapa pertanyaan yang mungkin akan disampaikan oleh dokter yang menagani Anda:

  • Kapan gejala dimulai?
  • Apakah Anda hamil atau sedang merencanakan untuk hamil?
  • Apakah Anda menggunakan kondom saat melakukan hubungan seksual?
  • Apakah gejala terjadi secara terus-menerus atau sesekali?
  • Seberapa parah adalah gejala Anda alami?
  • Apakah saja yang tampaknya membuat gejala lebih baik atau lebih buruk?
  • Kemana saja Anda bepergian dalam sebulan terakhir?
  • Apakah Anda digigit oleh nyamuk saat bepergian?
  • Apakah Anda telah melakukan kontak badan dengan seseorang yang terinfeksi penyakit ini ?

Pencegahan terhadap serangan virus Zika

Belum ditemukan vaksin untuk melindungi terhadap serangan penyakit virus Zika.

Sangat disarankan agar wanita hamil menghindari bepergian ke daerah di mana ada wabah penyakit ini sedang terjadi. Jika Anda sedang merencanakan untuk hamil, konsultasikan kepada dokter tentang rencana perjalanan yang akan Anda lakukan serta risiko terinfeksi penyakit ini .

Jika Anda memiliki pasangan laki-laki yang tinggal atau telah melakukan perjalanan ke suatu daerah di mana wabah penyakit ini sedang terjadi, hindari melakukan hubungan seks selama kehamilan atau menggunakan kondom saat melakukan kontak seksual.

Jika Anda tinggal atau melakukan perjalanan di daerah tropis di mana virus Zika diketahui sedang terjadi di wilayah tersebut, tips berikut ini dapat membantu mengurangi risiko gigitan nyamuk:

  • Tinggal di ruangan ber-AC atau ruangan dimana nyamuk tidak masuk ke dalam ruangan tersebut. Nyamuk yang membawa penyakit ini biasanya aktif di pagi dan sore hari, tetapi dapat juga menggigit pada malam hari. Usahakan tidur di tempat tidur yang menggunakan kelambu, terutama jika Anda tidur diluar ruangan.
  • Kenakanlah pakaian yang dapat melindungi Anda dari gigitan nyamuk seperti kemeja lengan panjang, celana panjang, kaus kaki dan sepatu.
  • Gunakanlah obat nyamuk. Anda dapat menggunakan Permetrin untuk pakaian Anda, sepatu, peralatan berkemah dan kelambu. Anda juga dapat membeli pakaian yang telah dilengkapi permethrin di dalamnya. Pelindung nyamuk untuk kulit, gunakan penolak nyamuk yang mengandung setidaknya konsentrasi 10 persen DEET.
  • Mengurangi habitat tempat tumbuhnya nyamuk. Nyamuk yang membawa virus Zika biasanya hidup di dalam dan di sekitar rumah, dan berkembang biak di air yang tergenang seperti pada mangkuk, pot bunga dan ban mobil berdiri.

Virus Zika dapat ditularkan melalui transfusi darah

Baca juga: Menurunkan Kolesterol Dengan Perubahan Gaya Hidup Dan Pola Makan

Tes skrining donor darah untuk virus Zika saat ini tidak tersedia. Untuk mengurangi risiko penularan penyakit ini melalui transfusi darah direkomendasikan agar seseorang tidak mendonorkan darah selama empat minggu jika:

  • Memiliki riwayat infeksi virus Zika
  • Berwisata atau tinggal di daerah dengan transmisi virus Zika aktif
  • Memiliki gejala sugestif infeksi virus Zika dalam waktu dua minggu perjalanan dari daerah dengan virus Zika
  • Memiliki kontak seksual dengan pasangan laki-laki yang telah didiagnosis dengan infeksi virus Zika
  • Memiliki kontak seksual dengan pasangan laki-laki yang telah melakukan perjalanan atau tinggal di daerah dengan transmisi virus Zika aktif dalam tiga bulan terakhir.

 

Related Posts

Add Comment