Ekuitas Merek Dalam Branding Management

Ekuitas merek (Brand Equity) adalah nilai tambah yang diberikan pada produk dan jasa (kotler dan Keller, 2009) Ekuitas merek juga merupakan jantung dari manajemen merek. Seorang Manajer harus terlibat dalam membangun ekuitas merek yang kuat karena akan langsung mempengaruhi keputusan untuk membeli pada konsumen, mendefinisikan pangsa pasar bagi produk, dan menentukan posisi merek di pasar. Brand Equity yang kuat tidak hanya dapat membuat merek menjadi kuat akan tetapi juga membantu merek terbangun, bertahan hidup, dan akan berjalan dengan baik dalam jangka panjang.

Mari kita memahami, sejauh mana pentingnya brand equity dan mengapa hal itu penting.

Apa Yang Dimaksud dengan Ekuitas merek?

Istilah ini muncul dalam literatur pemasaran pada tahun 1980. konsep multidimensi ini memiliki arti yang berbeda dari konteks Accounting, Pemasaran, dan Konsumen.

  • Konteks Accounting – Ini adalah nilai total merek sebagai asset yang dipisahkan, ketika dievaluasi untuk menjual. Hal ini juga disebut sebagai Brand Value. Hal ini dapat diukur.
  • Konteks Pemasaran – Ini adalah deskripsi dari asosiasi dan keyakinan tentang merek konsumen. Ini adalah non-kuantitatif. ekuitas merek disesuaikan sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan konsumen.
  • Konteks berbasis Konsumen – Ini adalah ukuran dari keterikatan konsumen terhadap sebuah merek. Hal ini juga disebut sebagai kekuatan merek atau loyalitas. Hal ini dapat diukur.

Ekuitas merek juga merupakan toko keuntungan yang akan dapat direalisasikan di masa yang akan datang.

Mengapa Ekuitas Merek?

Terkait dengan manajemen merek, ekuitas merek sangat penting karena akan mampu menetapkan dan memupuk loyalitas pelanggan terhadap merek, dan langsung mempengaruhi pertumbuhan bisnis menjadi bisnis baru yang mapan.

Ada dapat dua motivasi untuk belajar brand equity-

  • Keuangan berbasis motivasi – Anda dapat memperkirakan nilai merek lebih tepat untuk tujuan akuntansi, seperti untuk mengevaluasi merek sebagai aset untuk tujuan mencerminkan dalam neraca, atau dalam kasus merger atau mengakuisisi bisnis.
  • Motivasi berbasis strategi – Anda dapat mempelajari ekuitas merek untuk meningkatkan produktivitas pemasaran.

Brand Decay (Rusaknya Merek)

Ini adalah hilangnya integritas merek karena melemahnya elemen penting dari sebuah merek. Hal ini juga termasuk kehilangan rasa hormat dari konsumen dan konsistensi merek. Ini adalah proses yang terjadi bertahap. Hal ini dapat kita lihat pada beberapa merek dagang yang sebelumnya terkenal dan secara bertahap akhirnya menghilang dari peredaran. Sebagai contoh NOKIA, beberapa waktu yang lalu merek ini merupakan merek ponsel terkenal namun akhirnya menghilang, begitu juga dengan Blackberry.

Baca juga: Memahami Branding Management Lebih Detail

Beberapa penyebab terjadinya Brand Decay

Berikut adalah beberapa alasan yang paling penting terhadap terjadinya Brand Decay

  • Perusahaan gagal untuk mengelola strategi, menciptakan nilai baru, dan memperoleh pelanggan baru atau pasar baru.
  • Perusahaan memperlakukan merek hanya sebagai aset statis selain sebagai media untuk menciptakan nilai pelanggan.
  • Harapan pelanggan lebih dari apa yang diharapkan dari sebuah produk.
  • Terjadinya masalah dalam membangun ekuitas merek.
  • Perusahaan menghentikan inovasi dalam produk atau jasa. Bagian terburuk adalah, pelanggan mulai menunjukkan inovasi mereka sendiri.

Related Posts

Add Comment