Obesitas (Kelebihan Berat Badan) Serta Resiko Dan Cara Menanganinya

Obesitas (kelebihan berat badan)adalah istilah yang biasa digunakan untuk menggambarkan berat badan yang melebihi berat badan normal, atau lebih tepatnya lemak tubuh lebih banyak jika dibandingkan dengan tinggi badan seseorang. Mengetahui indeks massa tubuh (IMT) dapat membantu Anda untuk memperkirakan apakah Anda memiliki berat badan sehat atau tidak sehat. Obesitas (kelebihan berat badan) memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap kesehatan badan secara keseluruhan

Jika Anda ingin menurunkan berat badan, maka diet dan olahraga adalah kunci utama yang harus dilakukan. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memperbaiki “keseimbangan energi”, atau keseimbangan antara asupan kalori dengan kalori yang dikeluarkan oleh tubuh. Makan lebih sedikit dan berolahraga lebih banyak akan menyebabkan penurunan berat badan. Olahraga bisa dilakukan dengan olahraga sederhana seperti berjalan 30 menit sehari, atau mungkin bisa olahraga yang dilakukan lebih intens.

Berikut adalah beberapa panduan pemula terkait dengan obesitas (kelebihan berat badan) yang perlu diingat:

  • Percepatan menurunkan berat badan yang sehat adalah satu sampai dua pon per minggu. Ini berarti mengurangi asupan kalori sebesar 500-1000 kalori.
  • Ikutilah pola makan sehat untuk jantung dengan mengkonsumsi makan kaya serat, buah, sayuran, dan kacang-kacangan.
  • Hindari makanan olahan seperti minuman bergula, keripik, dan biji-bijian putih.
  • Penurunan berat hanya akan terjadi secara bertahap dan tidak terjadi dalam seminggu atau bahkan satu hari.
  • American College of Sports Medicine merekomendasikan agar melakukan oleh raga selama 150-250 menit dalam seminggu (30-50 menit, 5 hari seminggu) ini adalah olahraga intensitas sedang untuk mengatasi obesitas (kelebihan berat badan).

Teruslah membaca untuk mempelajari lebih lanjut tentang diet sehat dan alat bantu penurunan berat badan.

Diet aman Vs Fad Died

Fad Diet adalah diet yang menganjurkan untuk meniadakan jenis makanan yang mengandung nutrisi dalam menu harian. Fad Diet merupakan program diet jangka pendek yang fokus pada pengurangan jumlah kalori dan mengabaikan asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Beberapa saran diet menjanjikan penurunan berat badan dengan cara cepat, janji ini mungkin terdengar menjanjikan, namun jenis diet seperti ini seringkali tidak sehat dan melibatkan peraturan ketat yang sulit diikuti. Beberapa diet mode populer yang harus dihindari meliputi diet kubis, diet grapefruit, dan diet Master Cleanse. Kehilangan berat badan terlalu cepat (lebih dari tiga pon seminggu) dapat meningkatkan risiko terkena batu empedu.

Tapi bagaimana Anda bisa membedakan antara fad diet dan diet yang aman? Berikut ini tanda-tanda  fad diet yang sebaiknya tidak Anda ikuti:

  • Mendorong penurunan berat badan dengan cepat
  • Membatasi jenis makanan atau seluruh kelompok makanan
  • Terlalu banyak berolahraga
  • Tidak perlu olahraga
  • Kurangnya bukti ilmiah

Mengikuti diet dengan panduan ini bisa mengakibatkan siklus berat badan dengan cepat, diet ini juga dikenal dengan diet yo-yo. Berulang kali kehilangan berat badan dan menambah berat secara terus menerus dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, bahkan jika Anda tidak mengalami obesitas (kelebihan berat badan) sekalipun.

Diet yang aman berfokus pada keseimbangan kalori yang realistis. Diet yang aman akan berbicara tentang ukuran porsi, makan lebih banyak sayuran dan makanan bergizi tinggi lainnya agar tetap kenyang, dan menambahkan olahraga dalam rutinitas harian Anda.

Beberapa contoh diet sehat adalah:

Penting juga memasukkan daftar makanan yang Anda sukai saat makan – itulah rahasia untuk bertahan dalam menjalankan program diet.

Tip dan trik untuk diet

Untungnya, kita hidup di zaman di mana petunjuk bermanfaat untuk menurunkan berat badan ada di sekitar kita. Penting untuk diingat bahwa program diet dan olah raga yang sehat adalah program perubahan yang harus dilakukan seumur hidup. Berikut ini beberapa trik yang bisa Anda lakukan untuk melakukan diet dengan menjalankan gaya hidup sehat meliputi:

  • Rencanakan makanan seimbang terlebih dahulu.
  • Nikmati makanan Anda dengan santai. Ini akan membantu Anda untuk menghitung sampai tiga puluh kali saat mengunyah makanan yang Anda makan.
  • Gunakan aplikasi yang dapat melacak penurunan berat badan dan olahraga, seperti MyFitnessPal, yang merupakan aplikasi penghitungan kalori gratis.
  • Usahakan berolahraga setidaknya 30 menit sehari.

Berbagai obat diet hanya efektif bila dipasangkan dengan diet sehat dan olah raga. Pastikan untuk menghubungi dokter Anda untuk mengetahui apakah penggunaan obat adalah tepat untuk program diet Anda.

Mengukur kemajuan

Meskipun Anda dapat menggunakan BMI Anda untuk memberikan gambaran umum tentang apakah Anda mengalami obesitas ( kelebihan berat badan), namun pengukuran ini sebenarnya kurang akurat untuk kelompok orang tertentu. Atlet, misalnya, dapat dianggap memiliki kelebihan berat badan dengan klasifikasi menurut BMI, namun berat badan mereka bukanlah karena lemak. Oleh karena itu, mereka dikatakan memiliki berat badan yang sehat. Kelompok lain, seperti orang dewasa yang lebih tua, mungkin memiliki BMI normal, namun masih dianggap kelebihan berat badan karena mereka kehilangan massa tubuh dan lemaklah yang menyebabkan berat badan mereka seolah-olah merupakan berat badan yang sehat. Menghitung lemak tubuh membutuhkan kaliper atau peralatan untuk akurasi dan Anda bisa mendapatkan berat badan yang sehat dengan menggunakan kalkulator ini.

Apa yang menyebabkan obesitas (kelebihan berat badan)?

Membakar kalori lebih sedikit daripada yang Anda makan adalah penjelasan paling mendasar tentang obesitas (kelebihan berat badan). Penting untuk memastikan bahwa Anda memperhatikan asupan kalori Anda dan juga dedikasi Anda untuk membakar kalori yang masuk ke dalam tubuh Anda tersebut. Tidak berolahraga secara teratur juga dapat mempengaruhi manajemen berat badan.

Faktor lain dari terjadinya obesitas (kelebihan berat badan) meliputi:

  • Umur: Seiring bertambahnya usia, metabolisme kita melambat dan tubuh juga akan membakar kalori pada tingkat yang lebih lambat juga.
  • Gen: Gen dan riwayat keluarga juga memainkan peran penting dalam penambahan berat badan. Anda juga cenderung mengembangkan kebiasaan makan yang sama seperti keluarga Anda lainnya.
  • Kondisi medis: Kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya, seperti tiroid yang kurang aktif, juga membuat berat badan lebih sulit turun.
  • Faktor gaya hidup: Kurang tidur, obat tertentu, merokok, dan stres berkontribusi pada penambahan berat badan.

Apa risikonya obesitas (kelebihan berat badan)?

Komplikasi yang paling umum yang berkembang karena obesitas (kelebihan berat badan) meliputi:

Penyakit jantung koroner: Penyakit jantung koroner mengurangi jumlah darah yang kaya oksigen yang dikirim ke jantung Anda. Hal ini meningkatkan risiko serangan jantung dan gagal jantung.
Tekanan darah tinggi: Jantung Anda perlu dipompa lebih keras lagi untuk mencapai sel-sel di sekujur tubuh Anda. Tekanan darah tinggi sendiri lebih sering tidak memiliki gejala, dan bisa menyebabkan penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal.
Diabetes tipe 2: Tidak jelas mengapa orang yang mengalami obesitas lebih mungkin terkena penyakit ini, namun obesitas meningkatkan risiko diabetes. Sekitar 80 persen penderita diabetes tipe 2 mengalami obesitas atau kelebihan berat badan.

Obesitas juga meningkatkan risiko beberapa jenis penyakit ini:

  • Stroke
  • Inkontinensia
  • Sleep Apnea
  • Nyeri sendi
  • Kesulitan bernafas

Takeaway

Kabar baiknya adalah bahwa memulai perjalanan yang sehat untuk terbebas dari obesitas (kelebihan berat badan) menuju penurunan berat badan bisa dimulai kapan saja. Cara terbaik untuk memastikan perjalanan penurunan berat badan yang aman adalah tetap mengetahui informasi tentang prosesnya dan cara melakukannya.

Related Posts

Add Comment