Orang yang Tidak Diwajibkan Berpuasa Dan Dalil-Dalil Tentangnya

3. Wanita yang Haidl atau Nifas

Para ulama’ sepakat bahwa wanita yang sedang haidl atau nifas adalah termasuk orang yang tidak diwajibkan berpuasa, dan keduanya harus berbuka dan mengqadla’ (mengganti)nya di hari yang lain. Dan bila keduanya berpuasa, maka puasanya tersebut tidak sah.
Diriwayatkan dari ‘Aisah Radhiyallahu ‘Anha, beliau pernah ditanya: “Kenapa wanita haid mengqadha’ puasa dan tidak mengqadha’ shalat?” Lalu beliau menjawab, “Kami mengalami hal itu (haid) pada masa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, lalu kami diperintahkan mengqadha’ puasa dan tidak diperintahkan mengqadha’ shalat.” (HR. Muslim dan lainnya)

Diriwayatkan pula dari Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu ‘Anhu, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

أَلَيْسَ إِذَا حَاضَتْ لَمْ تُصَلِّ وَلَمْ تَصُمْ فَذَلِكَ نُقْصَانُ دِيْنِهَا

“Bukankah jika haid mereka tidak shalat dan tidak berpuasa? Itulah kekurangan agama mereka.” (HR. Bukhari dan lainnya)

Para ulama telah sepakat atas jawaban ‘Aisyah, wajibnya mengqadha’ puasa dan tidak wajib mengqadha’ shalat atas wanita haid dan nifas. Ini sebagai bentuk kasih sayang dan kemudahan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk keduanya. Karena kewajiban shalat terulang lima kali dalam sehari sehingga mengqadha’nya menjadi sesuatu yang berat. Sementara puasa diwajibkan sekali dalam setahun, yakni puasa Ramadhan. Qadha’ atasnya bukan sesuatu yang terlalu memberatkan.

Berikutnya: Orang yang Lanjut Usia dan Wanita yang Lemah

 

Related Posts

Add Comment