Orang yang Tidak Diwajibkan Berpuasa Dan Dalil-Dalil Tentangnya

5. Wanita yang Mengandung dan Menyusui

Selanjutnya orang yang tidak diwajibkan berpuasa adalah wanita yang sedang mengandung dan sedang menyusui. Hal tersebut merupakan bagian dari rahmat Allah ta’ala kepada hamba-Nya yang lemah adalah pemberian rukhshah (keringanan) untuk berbuka puasa kepada wanita hamil dan menyusui. Dari Anas bin Malik , seorang laki-laki dari Bani Abdillah bin Ka’b radliyallaahu ‘anhu ia berkata :

أغارت علينا خيل رسول الله صلى الله عليه وسلم فأتيت رسول الله صلى الله عليه وسلم فوجدته يتغدى فقال ادن فكل فقلت إني صائم فقال ادن أحدثك عن الصوم أو الصيام إن الله تعالى وضع عن المسافر الصوم وشطر الصلاة وعن الحامل أو المرضع الصوم أو الصيام والله لقد قالهما النبي صلى الله عليه وسلم كلتيهما أو إحداهما فيا لهف نفسي أن لا أكون طعمت من طعام النبي صلى الله عليه وسلم

Datang kuda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam kepada kami. Lalu aku mendatangi beliau, dan ternyata aku mendapatkan beliau sedang makan. Kemudian beliau bersabda,”Mendekatlah dan makanlah”. Aku menjawab,”Aku sedang puasa”. Beliau bersabda,”Mendekatlah, akan aku ceritakan kepadamu tentang puasa. Sesungguhnya Allah ta’ala memberikan keringanan dari setengah shalat bagi seorang musafir, dan memberikan keringanan dari beban puasa bagi wanita hamil dan menyusui”. Demi Allah, Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam benar-benar telah mengucapkan keduanya atau salah satunya, dan aku benar-benar berselera untuk makan makanan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam” (HR. At-Tirmidzi no. 715, An-Nasa’i 4/180, Abu Dawud no. 2408, dan Ibnu Majah no. 1667; ini adalah lafadh At-Tirmidzi. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Ibnu Majah 2/64-65 no. 1361 dan Misykatul-Mashaabih 1/344).
Bagi wanita hamil dan/atau menyusui, menurut pendapat yang paling kuat (rajih), bagi mereka hanyalah dibebani membayar fidyah saja tanpa ada kewajiban mengqadla. Hal ini diperkuat oleh atsar para shahabat, diantaranya adalah perkataan Ibnu ‘Abbas kepada seorang budak wanita yang hamil atau menyusui :

أنت بمنزلة الذي لا يطيق ، عليك أن تطعمي مكان كل يوم مسكينا ولا قضاء عليك

“Engkau, kedudukanmu seperti yang tidak mampu. Kewajibanmu memberi makan satu orang miskin untuk setiap harinya dan tidak ada kewajiban qadla atasmu” (Diriwayatkan oleh Ath-Thabari dengan sanad yang dikatakan Syaikh Al-Albani shahih sesuai dengan syarat Muslim – Irwaaul-Ghalil 4/19. Juga diriwayatkan oleh Abdurrazzaq dalam Al-Mushannaf 4/219 no. 7567 – tapi tanpa kata-kata : tidak ada kewajiban qadla atasmu).

Baca juga: Ibadah-Ibadah Yang Dianjurkan Pada Bulan Ramadhan

Juga perkataan Sa’id bin Jubair bahwa Ibnu ‘Abbas radliyallaahu ‘anhum mengatakan kepada budaknya yang hamil atau menyusui :

أنت من الذين لا يطيقون الصيام عليك الجزاء وليس عليك القضاء

“Engkau termasuk tidak mampu, kewajibanmu memberi makan, bukan qadla” (Diriwayatkan oleh Ad-Daruquthni dalam Sunan-nya 3/196 dan ia berkata : sanadnya shahih).

Juga perkataan Ibnu ‘Umar atas pertanyaan seorang wanita hamil :

أفطري وأطعمي عن كل يوم مسكينا ولا تقضي

“Berbukalah dan berilah makan satu orang miskin sebagai ganti setiap harinya dan jangan kamu mengqadla” (Diriwayatkan oleh Ad-Daruquthni dalam Sunan-nya 3/198 no. 2388. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa sanadnya bagus – Irwaaul-Ghalil 4/20).

Namun jika mereka (wanita yang hamil atau menyusui) kuat untuk berpuasa dan kemudian melaksanakan puasa tanpa menimbulkan kemudlaratan, maka itu lebih baik baginya sesuai dengan keumuman ayat :

وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui” (QS. Al-Baqarah : 185).

Demikian penjelasan tentang orang-orang yang tidak diwajibkan berpuasa beserta dasar hukumnya baik dari Al-Qur’an, Hadits maupun fatwa para Ulama, semoga bermanfaat. Bagikan artikel ini kepada teman-teman Anda semoga menjadi amal ibadah online Anda yang akan tetap mengirimkan pahala bagi Anda meskipun Anda sedang tidur.

Related Posts

Add Comment