oleh

Mikroba Yang Ditemukan Di Antartika Membuka Tabir Kehidupan Di Luar Angkasa

UniverScience- Tim ilmuwan Amerika telah menemukan mikroba pada dasar sebuah danau subglacial Antartika. Para peneliti dari proyek Whillans Ice Stream Subglacial Access Research Drilling (WISSARD) berhasil menembus lapisan es Antartika dimana terdapat Danau Whillans dibawahnya pada bulan Januari 2013 Setelah mengumpulkan beberapa materi yang terdapat didalamnya seperti air dan sedimen core, tim kembali ke Amerika Serikat untuk menguji sampel yang diambil dari danau es tersebut. Apa yang ditemukan oleh tim  Peneliti membuat mereka terkejut dan senang karena tidak hanya menemukan mikroba hidup di danau William, tetapi juga menemukan ekosistem aktif di dalamnya. Para peneliti menyimpulkan bahwa Danau Whillans adalah merupakan tembat bagi hampir 4.000 spesies organisme bersel tunggal di dalamnya.

Ini bukan pertama kalinya para ilmuwan menemukan mikroba pada lingkungan yang sangat ekstrim. Peneliti menemukan mikroba 100.000 tahun pada sedimen di bawah danau sublgkacial Antartika lainnya, seperti di Danau  Hodgson, pada bulan September 2013 kemudian Danau Vida, ditemukan memiliki “sebuah komunitas mikroba yang beragam dan berkembang di dalamnya pada bulan November 2012. Tim WISSARD menegaskan bahwa mikroba adalah organisme pertama yang pernah ditemukan dari sebuah danau Antartika subglacial.

Mikroba Yang Ditemukan Di Antartika Membuka Tabir Kehidupan Di Luar Angkasa
Mikroba Yang Ditemukan Di Antartika Membuka Tabir Kehidupan Di Luar Angkasa
Pengeboran di Lake Whillans. (Credit: Reed Scherer, Northern Illinois University)

Penemuan tersebut membuat para Astrobiologists sangat tertarik dengan kehidupan mikroba ini dimana mereka mampu hidup dan berkembang dalam kondisi lingkungan yang sangat ekstrim. Seperti dijelaskan oleh New Scientist, “Temuan ini merupakan kabar baik bagi astrobiologists, mereka berharap untuk dapat menemukan kehidupan di tempat lain di tata surya, seperti misalnya di bawah kedalaman laut di bawah permukaan beku bulan Jupiter Europa, misalnya, atau menempel pada permukaan bawah es di kutub Mars” (RR/tr/14)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed