oleh

Mitos Salah Seputar Tekanan Darah Tinggi

Ada kesalahpahaman yang umum terjadi di masyarakat, bahwa orang dengan tekanan darah tinggi atau yang juga sering disebut sebagai hipertensi, akan mengalami gejala seperti kegelisahan, berkeringat, sulit tidur atau kemerahan pada wajah. Yang benar adalah bahwa tekanan darah tinggi sebagian besar tanpa memperlihatkan  gejala-gejala yang spesifik.

 

Mitos salah tentang darah tinggi

Jika Anda mengabaikan tekanan darah Anda karena Anda berpikir bahwa gejala tekanan darah tinggi akan mengingatkan Anda dengan beberapa gejala, maka anggapan Anda tersebut adalah anggapan yang salah dan Anda telah membahayakan hidup Anda. Setiap orang perlu mengetahui nilai tekanan darah mereka, dan setiap orang perlu untuk mencegah agar tekanan darah tinggi tidak berkembang menjadi masalah yang membahayakan jiwanya.

Mitos gejala sakit kepala
Bukti klinis terbaik menunjukkan bahwa tekanan darah tinggi tidak menyebabkan sakit kepala kecuali  dalam kasus krisis hipertensi ( tekanan sistolik / atas dengan nilai tekanan lebih tinggi dari 180 atau diastolik / nilai tekanan bawah lebih tinggi dari 110).

Pada awal 1900-an, bahwa sakit kepala lebih umum diasumsikan oleh kebanyakan  orang sebagai  tekanan darah tinggi. Namun, kemudian penelitian yang dilakukan oleh para ahli tidak mendukung pandangan ini. Menurut sebuah penelitian, orang dengan tekanan darah tinggi memiliki sakit kepala secara signifikan lebih sedikit daripada manusia pada umumnya.

Mitos Salah Tentang Tekanan Darah Tinggi

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Neurology, orang dengan tekanan darah sistolik lebih  tinggi (angka atas dalam pembacaan tekanan darah) mengalami sakit kepala hingga 40 persen lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang sehat, dengan tekanan darah normal.

Para peneliti juga melihat pengukuran lain yang disebut tekanan nadi, yang merupakan perubahan tekanan darah saat jantung berkontraksi. Tekanan nadi dihitung dengan mengurangkan jumlah tekanan bawah (diastolic) dari jumlah atas (sistolik). Seseorang  dengan tekanan nadi yang lebih tinggi mengalami sakit kepala  50 persen lebih sedikit. Para peneliti  menyimpulkan bahwa semakin tinggi tekanan nadi, maka akan membuat kaku pembuluh darah. Jika pembuluh darah kaku, maka akan semakin kecil kemungkinan ujung saraf bekerja dengan benar. Jika ujung saraf  tidak berfungsi dengan benar, maka akan semakin kecil kemungkinan seseorang akan merasakan sakit.

Oleh karena itu, sakit kepala atau kurangnya sakit kepala bukan merupakan indikator yang dapat diandalkan untuk mengetahui tekanan darah Anda. Oleh karena itu sangat penting bagi Anda untuk secara rutin melakukan kontrol terhadap tekanan darah

Mitos gejala mimisan
Kecuali  telah terjadi krisis hipertensi, mimisan bukan indikator yang dapat dijadikan acuan untuk memfonis bahwa  seseorang telah terkena serangan darah tinggi. Dalam sebuah studi yang telah dilakukan oleh para ahli, hanya 17 persen dari orang yang diobati dalam keadaan darurat tekanan darah tinggi di rumah sakit mengalami mimisan dan 83 persen lainnya tidak mengalami  gejala berupa mimisan. Meskipun juga telah dicatat bahwa beberapa orang pada tahap awal serangan tekanan darah tinggi mungkin akan mengalami mimisan lebih banyak dari biasanya, mungkin ada penjelasan lain tentang kasus seperti ini. Jika Anda sering mengalami mimisan (lebih dari sekali dalam seminggu) atau jika mengalami mimisan  berat atau sulit untuk berhenti, maka Anda harus berkonsultasi kepada Dokter  profesional  untuk mendapatkan diagnosa dengan segera.

Perlu diingat bahwa mimisan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, dan  yang paling umum terjadi disebabkan oleh udara kering. Lapisan hidung yang terdiri dari banyak pembuluh darah kecil akan dapat dengan mudah berdarah. Dalam iklim panas seperti gurun atau dengan udara dalam ruangan yang dipanaskan, akan dapat menyebabkan membran hidung menjadi  kering dan membuat hidung lebih rentan terhadap pendarahan. Penyebab mimisan  lainnya termasuk meniup dengan keras melalui hidung,  kondisi medis seperti alergi, pilek, sinusitis atau septum yang menyimpang juga  efek samping dari beberapa obat antikoagulan seperti warfarin (Coumadin®) atau aspirin juga dapat menyebabkan mimisan.

Gejala yang tidak meyakinkan lainnya
Anda sebaiknya tidak mencoba untuk mendiagnosa diri dari gejala yang Anda anggap sebagai tekanan darah tinggi. Diagnosis hanya harus dilakukan oleh seorang ahli kesehatan profesional. Berbagai gejala mungkin tidak langsung terkait dengan tekanan darah tinggi dan tidak selalu disebabkan oleh tekanan darah tinggi, seperti:

 Bercak darah di mata
Bintik-bintik darah di mata atau pendarahan subconjunctival, lebih sering terjadi pada orang dengan penyakit diabetes atau tekanan darah tinggi.  Floaters di mata tidak berhubungan dengan tekanan darah tinggi. Namun, dokter mata mungkin dapat mendeteksi kerusakan pada saraf optik yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi yang tidak diobati.

 Kemerahan pada wajah
Kemerahan pada wajah terjadi ketika pembuluh darah di wajah membesar. Merah pada wajah  dapat terjadi secara tak terduga atau bisa jadi dipicu oleh kondisi  tertentu seperti paparan sinar matahari, cuaca dingin, makanan pedas, angin, panas dan minuman produk perawatan kulit. Kemerahan pada wajah juga dapat terjadi karena  stres emosional, paparan panas atau air panas, mengkonsumsi alkohol dan olahraga, yang semuanya dapat meningkatkan tekanan darah di bagian wajah yang terjadi sementara. Kemerahan pada wajah dapat terjadi ketika tekanan darah  lebih tinggi dari biasanya, dan tekanan darah tinggi  bukanlah penyebab kemerahan pada wajah.

Pusing
Meskipun tidak disebabkan oleh tekanan darah tinggi, pusing dapat disebabkan oleh  efek samping dari beberapa obat tekanan darah tinggi. Meskipun demikian, pusing tidak boleh diabaikan, terutama jika terjadi secara  tiba-tiba. Pusing mendadak, kehilangan keseimbangan atau kesulitan koordinasi bisa jadi merupakan  tanda-tanda terjadinya stroke. Dan tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor risiko utama untuk terjadinya stroke.

Gejala Krisis hipertensi

Seperti telah disebutkan di atas, hanya ketika  tekanan darah berada pada  tingkat yang sangat tinggi (tekanan sistolik 180 atau lebih tinggi atau diastolik 110 atau lebih tinggi) dapat menyebabkan gejala yang jelas. Tekanan darah tinggi ini dikenal sebagai krisis hipertensi, dalam kondidi ini perawatan medis darurat sangat dibutuhkan. Orang yang berada dalam krisis hipertensi mungkin akan mengalami Sakit kepala parah, kecemasan yang parah, sesak napas dan mimisan

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed