oleh

Berbagai Macam Obat HIV/AIDS Yang Sering Diresepkan

Obat HIV /AIDS yang biasa digunakan untuk mengendalikan virus HIV disebut sebagai obat antiretroviral. Obat antiretroviral yang berbeda menargetkan virus dengan metode  yang berbeda. Ketika digunakan dalam kombinasi  antara satu dengan lainnya, akan sangat efektif dalam menekan perkembangan virus.

Sangat  penting untuk dicatat bahwa hingga hari ini tidak ada obat HIV/AIDS untuk membunuh virus HIV. ART hanya berfungsi untuk menekan reproduksi virus dan memberhentikannya  atau menunda agar penyakit  ini tidak berkembang menjadi AIDS.


Kebanyakan pedoman saat ini merekomendasikan bahwa setiap orang yang terinfeksi HIV harus menggunakan obat HIV /AIDS sejak  terdiagnosa  mengidap virus HIV.  Cara ini akan menunda atau mencegah perkembangan penyakit agar tidak berkembang menjadi AIDS, meningkatkan kesehatan secara keseluruhan terhadap orang yang terinfeksi HIV, dan memperkecil kemungkinan bahwa mereka akan menularkan virus kepada pasangan mereka.

Obat HIV

 

Obat HIV /AIDS

Ada 6 jenis obat HIV /AIDS antiretroviral kelas utama yang paling banyak digunakan saat ini untuk menekan perkembangan virus HIV agar tidak berkembang menjadi AIDS, yaitu:

  1. Nucleoside reverse transcriptase inhibitor (NRTI),
  2. Non-nucleoside reverse transcriptase inhibitor (NNRTI),
  3. Protease inhibitor (PI),
  4. Fusi (entry) inhibitor,
  5. Inhibitor integrase,
  6. Antagonis CCR5.

Obat HIV /AIDS ini digunakan dalam kombinasi yang berbeda sesuai dengan kebutuhan pasien dan tergantung pada apakah virus telah menjadi resisten terhadap obat tertentu atau kelas obat tertentu. Rejimen pengobatan biasanya terdiri dari 3-4 obat pada waktu yang sama. Pengobatan kombinasi ini penting karena jika hanya menggunakan satu kelas obat akan memungkinkan virus menjadi resisten terhadap obat. Sekarang sudah tersedia  pil  yang berisi beberapa obat dalam satu pil, sehingga memungkinkan bagi pengindap HIV hanya menggunakan satu pil per harinya.

Sebelum memulai ART, tes darah biasanya dilakukan untuk memastikan virus belum berkembang menjadi virus yang resisten terhadap obat yang dipilih. Tes resistensi ini dapat diulang kembali jika rejimen obat tidak bekerja atau berhenti bekerja. Pasien harus menyadari tentang  pentingnya menggunakan  semua obat  seperti yang diarahkan dan diberitahu tentang efek samping yang harus diperhatikan. Ketidakpatuhan dalam penggunaan obat merupakan penyebab paling umum dari kegagalan pengobatan dan dapat menyebabkan virus untuk mengembangkan resistensi terhadap obat.

Karena terapi sukses sering tergantung pada penggunaan beberapa pil, penting bagi pasien untuk memahami bahwa ini adalah penting bagi teratasinya virus yang diidapnya. Jika pasien tersebut tidak bisa mentolerir salah satu obat, maka ia harus menghubungi dokter untuk mengkonsultasikannya, sebelum menghentikan penggunaan obat yang diresepkan untuknya. Menggunakan hanya satu atau dua dari obat yang direkomendasikan sangat tidak dianjurkan karena memungkinkan bagi virus untuk bermutasi dan menjadi kebal. Cara terbaik adalah selalu menginformasikan kepada penyedia layanan kesehatan HIV segera,  tentang masalah yang muncul sehingga pasien dapat memperoleh kombinasi yang lebih baik dari obat yang ditoleransi dan dapat diresepkan.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed