oleh

Tempat Wisata Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal

Limbangan adalah sebuah kota kecamatan di kabupaten Kendal, terletak dikaki gunung ungaran sebelah barat. Di bagian selatan wilayah kecamatan Limbangan berbatasan dengan desa Sumowono. Sebelah utara kota Boja dan sebelah baratnya berbatasan dengan Kecamatan Singorojo. Kota kecil ini sebetulnya mempunyai potensi wisata yang sangat luar biasa namun belum digarap secara maksimal oleh pemerintah setempat. Wisata Kecamatan Limbangan memang terbilang cukup potensial karena dari wilayah yang kecil ini terdapat setidaknya 4 lokasi wisata yang dapat dikunjungi. Kecamatan Limbangan memiliki beberapa tempat wisata karena memang lokasinya berada di kaki gunung Ungaran dengan kondisi alam yang masih hijau. Untuk menikmati keindahan Wisata kecamatan Limbangan juga tidak harus membayar mahal.

Wisata Kecamatan Limbangan

Wilayah ini adalah satu-satunya kecamatan dengan tujuan wisata terbesar di Kabupaten Kendal. Kecamatan Limbangan juga merupakan jalur utama ke tempat wisata eksotis lainnya seperti Gedong Songo, Bandungan dan Ambarawa bagi masyarakat Semarang bagian selatan. Tujuan wisata Kecamatan Limbangan meliputi wisata alam dan tempat wisata buatan seperti Kampoeng Jowo misalnya, smentara itu untuk wisata alamnya adalah:

1.Obyek Wisata Air Panas Gonoharjo (Nglimut)

Objek wisata Kecamatan Limbangan ini terletak di lereng Gunung Ungaran, berjarak + 40 km dari kota Kendal lewat kota Kaliwungu. Di lokasi ini terdapat beberapa sumber air panas dengan didukung oleh pemandangan yang indah dan udara yang sejuk. Saat ini sudah dikembangkan berbagai fasilitas seperti kolam renang, cafetaria, taman bermain. Di tempat ini juga disediakan ruangan – ruangan yang dipergunakan untuk mandi air panas berbelerang. Diyakini air panas ini sangat baik untuk kesehatan dan kesembuhan penyakit kulit.

Untuk sampai ke salah satu wisata kecamatan Limbangan ini, Anda dapat menempuhnya melalui jalur Semarang-Gunungpati-Gonoharjo bagi Anda yang berada di wilayah Semarang. Bagi Anda yang berada di wilayah Kendal dapat menempuh jalur Kendal-Boja-Gonoharjo dan bagi Anda yang berada di sebelah Selatan Limbangan dapat melalui jalur Sumowono-Limbangan-Gonoharjo.

 

2.Perkebunan Teh Medini

Tidak jauh dari pemandian air panas Gonoharjo Limbangan, terdapat perkebunan teh Medini yang pemandangannya sangat indah. Setiap pagi hari kita dapat menyaksikan gadis-gadis desa sedang memetik daun teh sembari menikmati kesejukan udara pegunungan.

 

 

3. Goa Jepang (Candi Promasan)

Gua Jepang berada di tengah-tengah perkebunan teh. Gua ini dibangun pada masa pendudukan Jepang dan merupakan tempat persembunyian tentara Jepang ketika Perang Dunia ke II. Gua Jepang berupa lorong panjang sekitar 150 meter. Terdapat ruangan-ruangan di sisi kiri dan kanan lorong. Gua ini memiliki 3 buah pintu masuk yang juga berfungsi sebagai ventilasi udara. Untuk memasuki gua harus menggunakan lampu senter, dan bila hujan air bisa masuk gua sehingga menjadi licin.

 

 

4. Kampoeng Jowo

Ini adalah salah satu tempat wisata Kecamatan Limbangan yang merupakan tempat wisata buatan yang cukup lengkap. Dengan mengusung tema perkampungan Jawa Anda dapat menikmati menu makan khas Jawa. Semua itu dapat dinikmati dalam suasana kultur Jawa yang ditampilkan dalam suasana dan bangunan di tempat ini.

Disamping itu Pengunjung juga dimanjakan dengan berbagai arena permainan ketangkasan, seperti Flying Fox, Outbond, Kampung Wisata dan lain-lain. Pengunjung juga disediakan penginapan yang cukup nyaman sambil menikmati udara yang cukup sejuk. Terletak di Desa Margosari wilayah Kecamatan Limbangan atau sekitar 38 ke arah selatan dari kota Kendal, melewati kecamatan Kaliwungu dan Boja.  Dari arah Semarang lewat Ngaliyan ke arah Boja – Limbanga

Selain sebagai tempat rekreasi permainan, restoran, wisata alam juga  sebagai tempat olah roso, nglaras dan roso yang menep, penyatuan agar dekat dengan alam. Dari interaksi tersebut smoga membuka nurani kita dan menemukan jadidiri/identitas diri menuju jalan selamat. ” Memayu Hayuning Bawono”. Juga menambah wawasan tentang jenis-jenis rumah Jawa, Katuranggan hewan, Pethungan Dina dan lain-lain.Rumah dibuat apa adanya, asli dengan tetap bersejarah masih lebih baik, daripada indah tapi kehilangan keasliannya.

Dari interaksi tersebut juga dapat mengakrabkan hubungan keluarga yang kurang harmonis antara orang tua dan anak, silaturahmi, kegiatan merukunkan tetangga ( arisan ), pertemuan-pertemuan, seminar, rapat, reuni, ulang tahun, pesta nikah, dan lain-lain.Rapat, seminar, diskusi ikmiah memberi suasana yang nyaman dan santai, ini akan membangkitkan ide-ide cemerlang dan bermanfaat. Persawahan yang permai, kehidupan desa dan petani yang sederhana dan bersahaja, jauh dari kesan kemrungsung atau gelisah, sungguh pelajaran yang berharga.

 

Gemerciknya air dan anggunnya aliran sungai sungguh menentramkan. Udara yang sejuk dan pohon-pohon yang hijau bebas dari polusi.Semua menawarkan gaya hidup baru ( new lifestyle back to nature ) yang sedang trend saat ini. Orang sudah semakin jenuh dengan tawaran kemewahan kota, yang semu dengan bangunan tinggi menjulang sebagai simbol keangkuhan.Setiap bangunan diusahakan bermakna filosofis Jawa dan melalui prosesi panjang dan melelahkan sebagai kesinambungan pembangunan dan tercapainya tujuan terbentuknya Kampung Jawa.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed