oleh

Gejala, Penyebab Dan Pengobatan Kanker Anus

Ada begitu banyak jenis kanker yang dapat mempengaruhi tubuh manusia, kanker anus adalah salah satunya. Kanker anus jarang terjadi, Kanker anus terjadi ketika ada tumor di saluran anus. Kanker anus memiliki bentuk seperti tabung pendek yang terletak di ujung rektum. Sampah dibuang dari tubuh melalui anus dalam bentu tinja.

Kanker Anus

Kanker anus biasanya ditandai dengan tanda-tanda dan gejala seperti rasa sakit di daerah anus serta pendarahan anus. Sayangnya, banyak orang tidak menyadari bahwa mereka menderita kondisi medis ini, karena gejalanya sangat mirip dengan penyakit wasir. Akibatnya, kebanyakan orang tidak berkonsultasi dengan dokter dengan segera, dan menyebabkannya tidak terdiagnosa dalam jangka waktu yang lama.

Siapapun dapat terserang kanker anus, khususnya yang berusia lebih dari 50 tahun. Risiko kondisi ini juga lebih tinggi pada pria dan wanita yang memiliki banyak pasangan seksual selama hidup mereka, atau mereka yang sering terlibat dalam aktifitas anus seks. Gaya hidup tidak sehat lainnya seperti merokok atau mengonsumsi obat-obatan tertentu juga bisa memicu pembentukan tumor di daerah anus.

Penyakit ini akan lebih mudah diobati, jika kondisi ini terdeteksi pada tahap awal. Orang yang menderita kanker anus dapat melakukan kombinasi pilihan pengobatan, seperti operasi, obat-obatan, radiasi dan kemoterapi. Dalam beberapa kasus, tumor anus primer dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh. Kanker anus dapat bermetastasis ke organ-organ seperti paru-paru dan hati. Meskipun sangat jarang, kanker anus dapat menjadi tumor ganas yang menyebar, dan menyebabkannya sulit untuk dilakukan pengobatan. Kanker anus adalah merupakan masalah serius dan oleh karena itu, harus segera ditangani, tanpa penundaan.

Tes yang direkomendasikan untuk kanker anus

Mendiagnosis kanker anus mungkin akan menjadi tantangan tersendiri, terutama karena gejala yang ditimbulkan tidak spesifik untuk kondisi ini. Ketika Anda merasakan gejala kanker anus, maka Anda harus segera memeriksakannya ke dokter ahli. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan memeriksa riwayat kesehatan Anda untuk menentukan tindakan lebih lanjut. Setelah mengesampingkan kemungkinan serangan wasir, Anda mungkin akan disarankan untuk berkonsultasi kepada ahli pencernaan atau onkologist (spesialis kanker). Begitu menduga bahwa pasien mungkin menderita kanker anus, maka pasien akan disarankan untuk menjalani tes tertentu. Berikut ini beberapa tes kanker anus yang paling umum direkomendasikan:

  • Pemeriksaan colok anus (DRE): Penyedia layanan kesehatan akan memeriksa rektum dan anus untuk menemukan kelainan, dengan memasukkan jari yang dilumasi ke daerah anus. Tes ini sendiri tidak untuk mendiagnosa kanker, tetapi dapat membantu dokter untuk mengidentifikasi tes lain apa yang harus dilakukan.
  • Anoscopy: Adalah pemeriksaan anus untuk menemukan kondisi abnormal dalam anus dengan menggunakan perangkat yang disebut sebagai anoscope.
  • Ultrasound: adalah USG endo-anus atau endorectal yang menggunakan gelombang suara berenergi tinggi, untuk membuat gambar dari lubang anus dan rektum. Untuk melakukan tes ini, dokter akan memasukkan probe ke daerah yang perlu dianalisis.
  • Biopsi: Untuk masalah pengujian kanker, ini adalah salah satu cara yang paling efektif. Dokter akan mengambil sampel jaringan dari daerah yang terkena, yang kemudian dikirim ke laboratorium untuk dilakukan anusisis. Dengan mempelajari sampel jaringan di bawah mikroskop, dokter dapat mengetahui apakah sel tersebut kanker atau bukan.

Beberapa tes pencitraan lain yang dapat direkomendasikan untuk kanker termasuk diantaranya Magnetic Resonance Imaging (MRI), Tomography (CT) scan komputerisasi, Positron Emission Tomography (PET) dan sinar X panggul.

Tes kanker tidak hanya mengkonfirmasi bahwa seseorang menderita kondisi ini atau tidak, tetapi juga dapat membantu dokter untuk menentukan tingkat keparahan kanker.

Penyebab kanker anus

Seseorang dapat terkena penyakit ini saat mutasi genetik mengubah sel-sel normal dan sehat dalam tubuh, menjadi sel abnormal. Sel-sel yang abnormal tumbuh, berkembang biak dan membelah dengan pesat. Selama periode waktu tertentu, sel-sel bermutasi mengambil ruang dan nutrisi dari sel-sel sehat dan menghancurkannya selama proses pertumbuhan. Secara bertahap, sel-sel sehat bersama-sama untuk membentuk tumor, yang kemudian menjadi kanker. Jika tidak diobati, sel-sel kanker menyebar ke jaringan di dekatnya, dan menyebabkan infeksi untuk tumbuh.

Salah satu penyebab utama kanker anus adalah infeksi seksual menular yang dipicu oleh Human Papilloma Virus (HPV). Studi menunjukkan bahwa kehadiran HPV dapat dideteksi dalam sebagian besar kasus kanker anus yang terjadi.

Ada beberapa faktor yang berbeda yang dapat menyebabkan seseorang untuk terkena kanker anus. Berikut ini beberapa kemungkinan penyebab terjadinya kanker anus:

  • Usia lanjut: Ketika seseorang telah mencapai usia lanjut, sistem kekebalan tubuh akan semakin melemah, yang membuat tubuh tidak dapat melawan sel-sel kanker. Inilah sebabnya mengapa orang tua lebih rentan terhadap kanker anus, dibandingkan dengan orang yang masih berusia muda.
  • Merokok: Beberapa kasus kanker terjadi karena kebiasaan merokok. Perokok atau bahkan mereka yang sering terpapar oleh asap rokok berada pada risiko tinggi terhadap kemungkinan terserang penyakit kanker anus.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu: obat imunosupresif memiliki efek buruk pada sistem kekebalan tubuh, yang pada gilirannya, dapat meningkatkan risiko untuk terkena kanker anus. Kortikosteroid yang diresepkan untuk gangguan sistem kekebalan tubuh juga bisa menyebabkan masalah ini.
  • Aktifitas Seksual: Pria maupun wanita yang sering melakukan aktifitas seks anus bisa mengalami cedera di dekat rongga anus, yang dapat menyebabkan kanker anus. Hal ini juga dapat terjadi pada orang-orang yang memiliki beberapa pasangan seksual selama hidupnya.
  • Keturunan: Seperti kebanyakan jenis kanker lainnya, kanker anus juga bisa disebabkan oleh faktor genetik, yang berjalan dalam silsilah keluarga.

Adalah penting untuk menyadari bahwa dokter mungkin tidak dapat menentukan penyebab pasti dari kanker anus pada kebanyakan kasus.
Gejala Kanker Anus

Ada beberapa tanda-tanda dan gejala berbeda yang terjadi pada masing-masing orang. Sayangnya, sebagian besar gejala kanker anus yang umum tidak spesifik, inilah mengapa kadang seseorang tidak menyadari bahwa dirinya telah terserang penyakit ini.. Berikut ini adalah beberapa gejala yang paling sering terlihat dari kanker anus:

  • Perdarahan terutama dari anus, terutama selama buang air besar.
  • Nyeri konstan di daerah anus.
  • Pembengkakan anus.
  • Adanya massa abnormal atau pertumbuhan, dalam bentuk gumpalan atau benjolan pada anus.
  • Gatal parah pada anus.
    Perubahan signifikan dalam buang air besar, seperti sembelit, diare atau penipisan tinja.

Setelah mengetahui tanda-tanda dan gejala diiatas, jika Anda kebetulan berasumsi bahwa Anda menderita hemoroid (wasir), yakinlah bahwa Anda tidak sendirian. Ini adalah kesalahan yang sangat umum dilakukan oleh kebanyakan orang. Orang, yang kebetulan melihat bintik-bintik atau garis-garis darah pada kertas tisu atau dalam toilet setelah buang air besar, kadang beranggapan bahwa dirinya telah mengalami sembelit. Tanpa memeriksakan ke dokter kadang mereka beranggapan masalah tersebut dapat diatasi dengan pola makan yang baik dengan mengkonsumsi makanan dengan kandungan serat tinggi. Hal itu dilakukan karena mereka beranggapan itu hanyalah masalah sembelit. Perlu diketahui bahwa kanker anus tidak dapat disembuhkan hanya dengan mengkonsumsi makanan dengan kandungan serat tinggi.

Baca juga: Bisacodyl Obat Sembelit, Dosis Dan Efek Sampingnya
Penting bagi Anda untuk mendeteksi kondisi pada tahap awal, sehingga bisa diobati sesegera mungkin. Oleh karena itu, jika Anda kebetulan mengalami pendarahan anus, gatal, nyeri atau ketidaknyamanan lain di daerah anus, langkah terbaik yang harus Anda ambil adalah memeriksakannya ke dokter tanpa penundaan.

Pengobatan Kanker anus

Pengobatan kanker anus tergantung pada keparahan kondisi yang terjadi juga kesehatan pasien secara keseluruhan. Dalam kebanyakan kasus, dokter biasanya akan menyarankan kombinasi pilihan pengobatan yang bisa dilakukan, termasuk operasi, terapi radiasi dan kemoterapi. Ketika ditemukan tumor, mungkin dokter akan perlu melakukan operasi, untuk mengangkatnya. Namun demikian, tidak semua tumor dapat ditangani dengan operasi dan dalam beberapa kasus, operasi dapat menyebabkan kerusakan pada sfingter anus. Dalam kasus ini, dokter biasanya akan mengobati kanker dengan menggunakan terapi radiasi atau kemoterapi.
Tumor adalah sebuah kondisi terjadinya pertumbuhan sel yang tidak normal sehingga menyebabkan terbentuknya lesi pada bagian tubuh. Dalam banyak kasus tumor dapat berkembang menjadi benjolan yang dapat mengganggu fungsi tubuh pada area tubuh dimana tumor berkembang. Kanker adalah merupakan penyakit degenaratif yang diakibatkan oleh pertumbuhan sel yang tidak dapat dikontrol oleh mekanisme tubuh.

Pengobatan kanker jenis ini dengan menggunakan metode kemoterapi dan terapi radiasi memiliki banyak efek samping. Inilah kenapa banyak orang tidak menyukai metode pengobatan kemoterapi dan radiasi dan mereka lebih memilih terapi komplementer dan alternatif sebagai gantinya. Namun, bentuk-bentuk pengobatan alternatif tidak dapat menyembuhkan kanker, meskipun dapat membantu mengurangi efek samping dari kemoterapi dan radiasi. Beberapa terapi komplementer dan alternatif yang direkomendasikan untuk menangani efek samping dari pengobatan kanker meliputi antara lain:

  • Akupunktur
  • Hipnose
  • Pijat terapi
  • Meditasi
  • Terapi music
  • Teknik relaksasi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed