oleh

Qur’an Usmaniyah Kuno Abad 1H/2H Di Museum Art Islamic, Turki

Al-Qur’an ini diperkirakan dibuat pada  Akhir abad ke-1 / awal abad
ke-2 hijrah. Dua lembar (183b, 439) dari naskah ini diterbitkan oleh
Shalahuddin al-Munajjid. Edisi faksimili naskah ini disusun oleh Dr.
Tayyar Altikulaç pada tahun 2007.  Satu buah folio naskah ini juga
diterbitkan baru-baru ini oleh Seracettin Şahin.


 Yang Menarik dari Al-Qur’an Usmaniyah ini adalah, pada folio terakhir (no. 439) terdapat sebuah kalimat yang ditulis dalam huruf Kufi dengan bunyi:
“katabahu’Uthmān bin’Affān Fi sanat thalathyn” (“‘Uthmān bin’Affān
menulis pada tahun 30 AH”). Namun, script dan ornamen tidak menandakan kemungkinan bahwa Naskah Al-Qur’an Usmaniyah ini  benar-benar ditulis oleh beliau. 
Dr. Altikulaç menganggap naskah ini berasal dari paruh kedua abad ke-1Hijriah atau paruh pertama abad ke-2 hijrah.  Ia berpendapat bahwa itu adalah Mushaf Basran yang tidak sepenuhnya dikonfirmasi dengan 7 atau 10 bacaan mutawatir  dalam hal hiasan  atau vowelization.
Demikian juga, Salahudin al-Munajjid tidak menganggap naskah Al-Qur’an Usmaniyah ini berasal dari zaman khalifah Usman bin Affan dan dia berpendapat bahwa mushaf ini dibuat pada paruh kedua abad ke-1 hijrah. Menurutnya, naskah ini adalah “Mushaf awal seperti yang kita telah lihat saat ini”.

 Penanggalan dari naskah ini adalah akhir abad ke-1 atau awal abad ke-2 dari hijrah, kesimpulan tentang hal tersebut  didukung oleh fakta bahwa script dalam naskah ini memiliki kesamaan dengan  codex Mixt. 917, yang juga dibuat pada periode yang sama.

Al-Qur'an Usmaniyah Kuno Dari Abad 1H/2H Di Turkish and Islamic Art Museum

 

Sejarah Manuskrip Al-Qur’an Usmaniyah Abad 1H/2H Di Turkish and Islamic Art Museum

 

Sangat sedikit informasi yang tersedia dari Manuskrip Al-Qur’an Usmaniyah ini. Dikirim dari perpustakaan Aya Sofiya ke Türk ve İslam Eserleri Müzesi pada tanggal 30 Maret 1912. Asal-usul Naskah ini dan kapan naskah ini tiba di perpustakaan Aya Sofia tidak diketahui. Namun Pada folio pertama, ditemukan segel wakaf dari Sultan Ottoman Mahmoud I  (1730-1754 M).

Ukuran Dan Jenis Folio Al-Qur’an Usmaniyah Di Turkish and Islamic Art Museum

Al-Qur’an ini terdiri dari  439 lembar, semula 17 lembar hilang namun  14 lembar kemudian ditemukan oleh Dawud bin ‘Ali al-Kaylani pada 3 Desember 1437 M yaitu lembar 1, 38, 91, 120, 139, 222, 299, 308, 408, 415, 427, 436, 437, 438, tiga lembar lainnya hilang yaitu lembar  9, 215, 406. Ukuran dari Mushaf ini adalah 32 cm x 23 cm dengan lebar kolom tulisan 22 cm x 16 cm dan tebal 13 cm.

Al-Qur'an Usmaniyah Kuno Dari Abad 1H/2H Di Turkish and Islamic Art Museum
 Folio 4a menunjukkan surat Al-Baqarah – bagian dari ayat 30 sampai ayat 34.
Al-Qur'an Usmaniyah Kuno Dari Abad 1H/2H Di Turkish and Islamic Art Museum
Bagian dari folio  317b menunjukkan QS Fathir – ayat 44 sampai akhir, dan QS Yasin – dari awal sampai bagian dari ayat 7 .
Al-Qur'an Usmaniyah Kuno Dari Abad 1H/2H Di Turkish and Islamic Art Museum
Folio 419a menunjukkan QS surah al-muddassir – bagian dari ayat 31 untuk bagian dari ayat 56.
Al-Qur'an Usmaniyah Kuno Dari Abad 1H/2H Di Turkish and Islamic Art Museum
Folio 432b menunjukkan surat Al-Duha – bagian dari ayat 4 sampai akhir. QS al-Syarh – dari awal sampai akhir. QS Tin – dari awal sampai akhir ayat 3.
Al-Qur'an Usmaniyah Kuno Dari Abad 1H/2H Di Turkish and Islamic Art Museum
Folio 439 tertulis  “Katabah’Uthmān bin’Affān Fi sanat thalathyn”.

 

Model Tulisan Dan Ornamen

Naskah ini ditulis pada kulit kijang dan dipulihkan pada tahun 1437 dengan bahan  kertas. Terdapat  15 baris per folio kecuali tiga lembar yaitu pada f. 184a terdiri dari 16 baris, f. 405a terdiri dari 14 baris; f. 406a terdiri dari 13 baris dan f. 406b terdiri dari 14 baris.  Pada tahun 1437M dipulihkan dibuat antara 7 dan 10 baris per halaman. Pada ujung ayat ditandai dengan serangkaian strip diagonal, setiap ayat kelima ditandai dengan tanda emas berbentuk menyerupai huruf “d”.  Setiap ayat kesepuluh ditandai dengan tanda bermotif medali emas melingkar dihubungkan dengan titik-titik berwarna biru, hijau, dan merah. Bunyi konsonan  dibedakan dengan tanda hubung. Pada awal Surat, jumlah ayat dan apakah surat tersebut termasuk surat Makkiyah atau Madaniyah ditunjukkan dengan tanda emas. Setiap  pemisah antar Sura dan setiap ayat kelima ditandai dengan tanda yang berbeda.

Pada folio terakhir (no. 439) dari naskah ini terdapat tulisan dengan gaya huruf  Kufi yang berbunyi “katabahu’Uthmān bin’Affān Fi sanat thalathyn”. Tulisan tersebut ditulis dalam kolom kotak persegi panjang dengan ornamen yang rumit. Pada sisi kanan terdapat lukisan setengah lingkaran yang menjorok keluar dari sisi kiri [Gambar (e)] menyerupai desain lantai masjid dengan mihrabnya.

Ada beberapa Al-Qur’an sejenis  seperti yang terdapat di St Petersburg, Istanbul, dua di Kairo ( Masjid al-Hussein dan Dār al-Kutub) dan Samarqand] memiliki di kali muncul di berbagai belahan dunia Islam , hampir semua Al-Qur’an tersebut dibuat seperti  menunjukkan jejak darah khalifah ketiga Usmānbin Affan pada halaman tertentu, pada saat terakhir beliau membacanya dan dibunuh oleh seorang Pengkhianat.  Namun, memperhatikan pertimbangan palaeographic, Al Qur’an ini bukanlah milik khalifah ketiga Usman Bin Affan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed