oleh

Interaksi Nicardipine Terhadap Makanan Dan Cara Penggunaannya

Saat menggunakan Nicarpidine ada beberapa jenis makanan yang harus dihindari karena obay ini dapat menyebabkan interaksi yang merugikan tubuh. Interaksi nicardipine terhadap anggur misalnya dapat menyebabkan peningkatan efek hemodinamik, juga interaksi nicardipine terhadap alkohol yang dapat menyebabkan penurunan efektifitas obat ini.

Sangat dianjurkan agar tidak mengkonsumsi makanan berlemak selama penggunaan Nicarpidine dalam sediaan berbentuk kapsul atau menggunakannya dalam keadaan perut kosong. Demikian juga dalam penggunaan sediaan kapsul extended-release sebaiknya diminum bersama dengan makanan yang tidak mengandung lemak, tidak boleh dikunyah dan harus ditelan secara utuh.

Interaksi Nicardipine Terhadap Makanan


Selama penggunaan Nicarpidine hindari minum jus anggur, makan buah anggur atau makanan lain yang terbuat dari anggur 1 jam sebelum menggunakannya dan dua jam sesudah menggunakan nicarpidine. Interaksi nicarpidine terhadap anggur atau makanan lain yang terbuat dari anggur akan berpengaruh terhadap metabolisme nicarpidine, juga akan menyebabkan peningkatan efek hemodinamik.
Saat menggunakan nicarpidine, hindarilah minum minuman yang mengandung alkohol dan kopi, selain itu konsultasikan dengan Dokter perawat jika akan mengkonsumsi garam pengganti yang mengandung kalium karena interaksi nicardipine dengan alkohol dan kopi dapat menurunkan efektifitas obat ini.
Hindari penggunaan nicardipin secara bersamaan dengan alkohol (ethanol) dihindari karena interaksi nicardipine terhadapnya dapat meningkatkan depresi CNS

Herb/nutraceutical : St. Jhon’s wort dapat menurunkan kadar obat nicardipine, hindari dong qual jika digunakan untuk hipertensi (mempunyai aktivitas estrogenik). Hindari ephedra, yohimbe, ginseng intreaksi nicardipine terhadapnya dapat memperburuk hipertensi. Hindari mengkonsumsi garlic / bawang putih karena interaksi nicardipine terhadap bawang putih dapat meningkatkan efek hipertensi.
Sebaiknya kontrol secara teratur ke dokter yang merawat, periksa laboratorium dan tekanan darah untuk menentukan respon obat nicardipine. – Segera hubungi dokter yang merawat jika keluhan angina (sakit pada dada/jantung) tidak berkurang ketika menggunakan nicardipine, nadi / detak jantung tidak teratur, nafas pendek, bengkak, pusing, konstipasi / sembelit, mual / hipotensi. – Jangan berhenti menggunakan obat nicardipine sebelum konsultasi dengan dokter yang merawat.
Pemberian makanan akan mengurangi: absorpsi nicardipine sekitar 20-30% dan kadar puncak nicardipine dapat berkurang sebesar 25-45%. Sediaan dalam bentuk kapsul biasa diminum 1-3 jam sesudah makan dengan makanan yang mengandung lemak tinggi.

Stabilitas Penyimpanan


Sediaan untuk pemberian secara intravena hendaknya disimpan pada suhu 20C-25C. Sediaan intravena yang sudah dicampur, larutannya masih stabil selama 24 jam pada suhu kamar. Lindungi dari cahaya. Larutkan 25 mg ampul dengan 250 ml larutan yang sesuai, untuk mendapatkan 250 ml. Total volume larutan dan konsentrasi 0,1 mg/ml.
Sediaan oral : Simpan pada suhu 15C-30C, Lindungi dari cahaya. Penyimpanan di freezer tidak mempengaruhi stabilitas

Peringatan dan perhatian:


Pada pasien dengan hypertensive emergencies, jika kontrol tekanan darah diperlukan setelah tercapai tekanan darah yang diinginkan dan jika pemberian secara oral memungkinkan, penggantian pemberian obat secara oral harus dilakukan.

Pada pasien dengan hypertensive emergencies, dilaporkan bahwa tekanan darah dapat meningkat kembali apabila pemberian nicardipine HCl dihentikan secara tiba-tiba. Oleh karena itu, setelah penghentian obat secara tiba-tiba, dosis harus dikurangi secara bertahap dan tekanan darah dikontrol dengan hati-hati. Selanjutnya setelah penggantian dengan obat secara oral, pasien harus hati-hati terhadap peningkatan tekanan darah kembali karena interaksi nicardipine dengan cara penggunaan seperti ini dapat meningkatkan tekanan darah.

Pasien dengan gangguan hati atau ginjal. Secara umum, hipotensi akut pada pasien dengan gangguan ginjal berat dapat menyebabkan penurunan fungsi ginjal.

Penggunaan nicardipine HCl dapat memperburuk gejala stenosis aorta.

Karena efek nicardipine HCl dapat berbeda pada setiap pasien, maka nicardipine HCl harus diberikan secara hati-hati dengan pemantauan yang ketat terhadap tekanan darah dan detak jantung.

Jika terjadi hipotensi yang disebabkan oleh overdosis nicardipine HCl, pemberian harus dihentikan. Vasopresor (norepinephrine) harus diberikan jika diperlukan pemulihan tekanan darah yang cepat.

Jika muncul rasa nyeri atau kemerahan pada area penyuntikan setelah pemberian nicardipine HCl jangka panjang, maka area penyuntikan harus dipindah.

Diketahui bahwa beberapa pasien pada periode pemantauan setelah operasi jantung terbuka, dapat mengalami kegagalan sirkulasi dan menunjukkan gejala gagal jantung. Efikasi nicardipine HCl untuk pasien tersebut belum diketahui.

Seperti obat parenteral lain, partikel dan perubahan warna sediaan injeksi nicardipine HCl harus diperiksa secara visual sebelum diberikan. Larutan nicardipine HCl jernih dan berwarna kuning pucat.

Baca juga: Nicardipine Obat Hipertensi Dan Dosis Penggunaannya

Demikian interaksi nicardipine terhadap makanan dan cara penggunaannya, semoga dapat menambah pengetahuan Anda tentang obat ini.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed