oleh

Ini Pantangan Bagi Penderita Usus Buntu Pasca Operasi Serta Saran Perawatannya

Operasi usus buntu biasanya dilakukan untuk membuang usus buntu yang mengalami peradangan, hal tersebut tentu akan meninggalkan bekas luka yang membuat penderitanya harus menjalankan beberapa pantangan bagi penderita usus buntu. Bekas luka tersebut adalah bekas luka pemotongan usus buntu dan sayatan pada bagian perut saat dilakukan operasi. Pantangan bagi penderita usus buntu lebih difokuskan pada bagaimana pasien dalam mengelola pola makannya.

Pantangan bagi penderita usus buntu.

Hal utama yang harus dilakukan oleh penderita usus buntu adalah menghindari berbagai pantangan bagi penderita usus buntu. Diantara pantangan bagi penderita usus buntu adalah menghindari makanan yang solid dan yang penting untuk dilakukan adalah memperbanyak mengkonsumsi air putih untuk menghilangkan zat-zat berbahaya dari tubuh. Setelah tiga hari pertama, pasien seharusnya hanya diizinkan untuk minum jus buah segar untuk beberapa hari ke depan. Setelah 3-4 hari pasien harus menjalani pola makan dengan mengkonsumsi buah untuk 5-6 hari ke depan.

Setelah gejala mulai mereda pasien harus mulai mengikuti pola makan seimbang yang mengutamakan buah-buahan segar, sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian. Air dan asupan cairan juga harus tinggi untuk menghindari akumulasi racun dalam sistem.

Pantangan bagi penderita usus buntu yang harus benar-benar dijalankan adalah produk susu, daging dan produk gula rafinasi hingga pulih dari radang usus buntu. Resep sederhana seperti nasi merah dengan sayuran seperti paprika hijau, brokoli, kembang kol, buncis dan kacang polong yang mudah dicerna dan tinggi serat sangat bermanfaat untuk pasien usus buntu untuk pemulihan. Menu makanan lainnya seperti sup ayam dan sayuran yang dikukus juga sangat baik untuk memulihkan kondisi pasien pasca dilakukan operasi.

Disamping harus menghindari berbagai pantangan bagi penderita usus buntu Vitamin B, C, dan E suplemen juga harus diberikan kepada pasien secara teratur. Selain untuk diet harian, suplemen vitamin E juga akan membantu dalam penyembuhan luka operasi sementara vitamin C membantu dalam mendukung sistem kekebalan tubuh dan mencegah infeksiVitamin B di sisi lain sangat baik untuk memberikan peningkatan kekuatan tubuh yang diperlukan untuk pulih dari kondisi ini dan juga operasi. Dokter biasanya juga akan meresepkan Lactobacillus acidophilus kompleks untuk membangun kembali usus yang sehat dan serta mengembalikan fungsi pencernaan secara normal.

Saran perawatan bagi penderita usus buntu setelah menjalani operasi.

Hal yang paling penting untuk dilakukan oleh pasien penerita usus buntu adalah mempertahankan pola makan yang seimbang. Selain ini, kadang-kadang dokter juga memberikan enema rutin kepada pasien untuk detoksifikasi lebih cepat dan untuk percepatan proses pemulihan. Hydrotherapy juga dapat diberikan pada daerah perut di samping metode pengobatan konvensional.

Hal ini juga penting bagi perawat untuk memonitor berbagai kondisi pasien secara teratur dan melaporkan setiap perubahan mendadak dalam kondisi pasien ke dokter di awal. Bahkan kegiatan sederhana seperti duduk atau berbaring harus dibantu oleh perawat terutama ketika pasien telah selesai menjalani operasi perut. Kompres es atau kompres dingin dapat diterapkan pada bagian perut pasien untuk meringankan nyeri pasca operasi. Selain ini, perawat juga harus mengajarkan kepada pasien tentang bagaimana cara merawat luka bekas operasi. Perawat juga jangan merasa segan untuk selalu mengingatkan berbagai pantangan bagi penderita usus buntu terhadap pasien.

Baca juga: Apa Yang Dimaksud Dengan Penyakit Usus Buntu Dan Apa Bahayanya?

Perawat juga harus memastikan bahwa selama periode pemulihan pasien tidak diperbolehkan untuk mengangkat beban berat bahkan mengendarai kendaraan, sesuai saran dokter. Setelah pasien telah kembali kerumahnya penting untuk menghindari menggunakan terlalu banyak obat penghilang rasa nyeri, karena hal ini dapat membuat sulit untuk memastikan apakah rasa sakit semakin baik atau lebih buruk. Peningkatan penggunaan obat pencahar dan enema harus dihindari karena dapat meningkatkan risiko pecah usus buntu. Gunakan hanya antibiotik dan obat yang diresepkan oleh dokter saja, dan tidak kalah pentingnya, pasien harus mentaati pantangan bagi penderita usus buntu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed